banner

Saat La Pulga Habis karena Cedera

darikita 18 Desember 2015
BERLATIH: Lionel Messi saat menjalani latihan bersama tim.
vertical banner

darikita.com, JULUKAN La Pulga atau Si Kutu bagi Lionel Messi bukanlah tanpa alasan. Performanya yang bagaikan kutu dengan ’meloncat’dari satu lapangan ke lapangan lain membuatnya menjadi mesin gol Barcelona dengan performa terbaik terjadi pada musim 2011-2012 dimana saat itu dia mampu melesakkan 73 gol di semua ajang.

BERLATIH: Lionel Messi saat menjalani latihan bersama tim.
BERLATIH: Lionel Messi saat
menjalani latihan bersama tim.

Kini, julukan Kutu itu terasa begitu janggal disematkan kepada Messi. Penyebabnya adalah badai masalah kebugaran yang mendera kapten timnas Argentina tersebut. Terbaru, Messi harus ditarik 1,5 jam sebelum melawan Guangzhou Evergrande tadi malam karena mengalami renal colic.

Renal Colic adalah gangguan kesehatan berupa kesakitan yang amat dalam disebabkan oleh batu ginjal. Gangguan ini diawali dengan rasa sakit yang dimulai dari daerah sekitar ginjal yang merembet hingga daerah sekitar kemaluan. Rasa sakitnya luar biasa serta terjadi secara konstan dalam waktu yang berdekatan.

Dalam pernyataan resminya, Barcelona mengatakan bahwa penyerang 28 tahun itu langsung menjalani pemeriksaan setelah dipastikan absen menjelang laga yang akhirnya dimenangkan oleh klub berjuluk El Barca itu lewat hattrick Luis Suarez.

”Partisipasnya ke depan ditentukan oleh tes medis lanjutan yang bakal ditentukan secepatnya,” ujar Barca dalam keterangannya seperti dilansir ESPN. Gangguan batu ginjal ini bukanlah hal pertama yang dialami oleh Barca setelah David Villa pernah mengalami penyakit serupa yang membuatnya harus absen Februari 2013 lalu.

Walau begitu, gangguan kesehatan yang dialami Messi jelas menjadi kerugian tidak hanya bagi Barca namun juga dirinya secara pribadi. Sebab, Messi baru saja kembali bermain setelah absen selama dua bulan akibat mengalami cedera ligament ketika mengandaskan Las Palmas 2-1 26 September lalu.

Akibat seringnya ditarik, Messi pun mengalami penurunan yang signifikan dalam performanya musim ini. Hingga 16 laga yang telah dijalani, Messi hanya mencetak 11 dengan koleksi terbanyak dicetak di La Liga dengan torehan lima gol.

Gangguan ginjal ini tidak hanya membuatnya harus absen ketika Los Blaugrana, julukan lain Barca, menang atas Guangzhou Evergrande, namun Messi juga diragukan tampil ketika skuad besutan Luis Enrique itu menantang River Plate pada laga final di International Stadium Yokohama 20 Desember nanti.

Sebab, Neymar sendiri juga berada dalam kondisi meragukan akibat masih menjalani recovery dari cedera pangkal paha. Kondisi ini membuat Barcelona hanya menyisakan Sandro Ramirez yang masih tergolong fit setelah Munir El Haddadi serta Sergi Roberto bermain hampir sepanjang 90 menit.

”Leo terkenal renal colic. Kita semua tahu betapa menyakitkannya hal itu,” tutur Direktur Olahraga Barcelona Robert Fernandez seperti dilansir Football Espana. ”Mari melihat bagaimana perkembangannya dalam 24 jam ini. Kami akan melihat seperti apa gejala yang berkembang dan mengevaluasi apakah dia siap bermain pada laga final,” paparnya.

Tak adanya Messi membuat Suarez begitu terpukul. Setelah mencatatkan rekor sebagai pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia Antarklub yang mampu membukukan hattrick, striker berjuluk El Pistolero itu langsung menyampaikan ucapan semoga lekas sembuh kepada tandemnya di lini depan tersebut.

”Kami kehilangan dua pemain penting di tim ini,” ujarnya seperti dilansir Four Four Two. ”Aku harap Messi bisa segera pulih secepatnya dan bisa tampil di final. Hal yang sama juga berlaku untuk Neymar dan Douglas,” lanjut eks bomber Liverpool dan Ajax Amsterdam itu. (apu/asp)

Untuk Anda
Terbaru