banner

Saya Cinta Persib!

darikita 4 September 2015
Ikang Sulung
vertical banner

Kang Jamal ’Preman Pensiun’ Menyatu dengan Bobotoh

 Ikang Sulung
Ikang Sulung

”Saya berharap bagaimana kita bersaing sehat yang menang kita apresiasi yang kalah juga jangan dicaci. Mudah -mudahan semakin kesini masyarakat semakin dewasa semain cerdas bisa memberikan dukungan dengan yang positif,”

darikita.com, Bandung – Anda penggemar sitcom Preman Pensiun tentu akrab dengan sosok Ikang Sulung, pemeran ”Kang Jamal”. Pria yang digambarkan sebagai jeger bertopi koboi ini ternyata ternyata bobotoh Persib Bandung.

Tak sekadar isapan jempol atau nguyah permen karet seperti kebiasaannya dalam film Preman Pensiun. Tapi, bukti kecintaannya ditunjukkan dengan beberapa kali mendukung tim berjuluk Maung Bandung itu di stadion.

Cuma itu aja kang bukti cinta akang ka Persib? ”Dari dulu saya sering nonton Persib. Kalau dulumah nikreuh (jalan kaki) waktu markasnya masih di stadion Siiliwangi,” kenangnya belum lama ini.

Ikang menilai, kalau pengorbanan untuk Persib itu relatif. Tidak harus pa cinta-cinta dan dibandingkan dengan bobotoh lain. Toh, namanya dukungan tidak harus selalu di lapangan.

Dia sendiri lebih mengemukakan beberapa cerita lucu saat menonton Persib. ”Kalau ingat, kadang suka senyam senyum sendiri,” tuturnya.

Emang caritana kumaha kang? Dia ternyata pernah ling-lung selama berjam-jam karena lupa motornya di parkir di mana. ”Paling seru, hujan gede pas pulang nonton Persib. Nah, bingung banyak orang, saya lupa parkir motor di mana. Ditambah badan dan baju juga basah semua. Tiris,” selorohnya sembil tertawa.

Lulusan FISIP Unpad jurusan Hubungan Internasional ini tak menampik ada perbedaan ketika menyambangi ke stadion saat dulu dengan sekarang. Bagaimana tidak, kini Ikang sudah menjadi orang beken, otomatis dikenal publik.

Seperti saat menyaksikan laga Persib di laga perdana Piala Presiden, Rabu (2/9), para bobotoh lainnya sibuk mengajak foto bareng. Namun, kecintaannya kepada Persib dia tandaskan tak ada bedanya sekalipun saat ini telah menjadi publik figur.

”Enggak ada bedanya, berarti nambah satu amanah membawa nama besar Bandung khususnya, nama besar Preman Pensiun dan Jawa Barat,” tuturnya.

Dia menyebut, ada kebahagiaan tersendiri ketika dia menyambangi stadion. Bagi dia, stadion tak ubahnya sebagai sarana mempersatukan berbagai macam lapisan masyarakat. Sebab, seluruh masyarakat dari latar belakang apapun akan menyandang status bobotoh kala berada di stadion dan mendukung Atep cs.

”Kecintaan bahwa ketika kita menonton di stadion segala macam segmentasi dari level paling atas sampai paling bawah semua ada disini. Itu adalah keindahan,” tuturnya.

”Keindahannya yaitu ketika dari atas sampai ke bawah bisa bersatu bisa bersama-sama bisa bergandengan. Menang kalah tidak menyulut permasalahan atau pertikaian alias konflik,” tambahnya.

Kondisi stadion yang aman dan nyaman, menurut dia adalah mimpi bagi seluruh bobotoh. Karena itu, Ikang berharap penuh, seluruh suporter bisa menumbuhkan jiwa fair-play guna memajukan sepak bola nasional.

”Saya berharap bagaimana kita bersaing sehat yang menang kita apresiasi yang kalah juga jangan dicaci. Mudah -mudahan semakin kesini masyarakat semakin dewasa semain cerdas bisa memberikan dukungan dengan yang positif,” imbuh dia.

Meskipun Persib adalah tim favoritnya, kata dia, yang lebih utama adalah berusaha kompak dengan suporter tim domestik lainnya. Sebab, untuk mendongkrak nama negara lewat sepak bola, menurutnya semua pihak harus bersatu-padu.

”Harapan saya bertambah maju, saya cinta Persib tapi segala macam warna di nusantara itu identik dengan merah putih, artinya kalau kita bersatu insya Allah merah putih bisa berjaya di sepakbola internasional,” paparnya.

Dengan kembali sepakbola nasional bergeliat, pasca gelaran Piala Presiden digelar, Ikang pun menyambutnya dengan antusias. ”Mudah mudahan Persib juara lagi, merah-putih kita juga bisa berkiprah di kancah internasional,” pungkasnya. (ryt/rie)

Untuk Anda
Terbaru