banner

Semua Pemain Siap Tempur

darikita 30 Maret 2016
EUFORIA: Pemain Persib Belencoso merayakan golnya ke gawang Sriwijaya FC pada pertandingan grup A Piala Bhayangkara, di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/3).
vertical banner

darikita.com,  Pernah jeblok saat meladeni di Piala Jendral Sudirman (PJS) dan Bali Island Cup (BIC), Persib Bandung kembali bertemu musuh lama. Kali ini, skuat Maung Bandung akan menjalani semifinal Piala Bhayangkara kontra Bali United, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, hari ini (30/3).

Kemenangan wajib dipetik Atep CS, demi mengantongi tiket final sekaligus merebut trofi juara. Dari sisi performa, Persib diuntungkan memang lebih diuntungkan. Sebab, tampil di depan publik sendiri.

Kendati demikian, Persib juga patut jaga diri. Sebab, motivasi Bali United juga tak kalah bergigi. Mereka tak ingin kehilangan peluang tembus babak final.

Kendati demikian, starting line Persib pun diprediksi akan tampil tanpa skuat terbaiknya. Sebab, ada beberapa pilar yang terkena akumulasi kartu kuning dan cedera. Mereka di antaranya Yanto Basna, Yandi Sofyan dan Hariono. Sementara Rahmad Hidayat kini belum sembuh dari cederanya.

Menyikapi hal itu, Pelatih Persib Dejan Antonic mengklaim, para pemainnya siap tampil ngotot di laga nanti. ”Semua sudah oke,” tegas Dejan, di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, kemarin (29/3).

”Kita enggak mau paksa pemain. Semua bisa main, yang nggak bisa yang (akumulasi) kartu kuning,” tambahnya.

Untuk diketahui, Persib terbilang memiliki rekor bagus dalam babak penyisihan. Maung Bandung sudah mengoleksi 10 poin hasil dari 3 kali menang dan sekali draw. Satu-satunya tim yang dapat menahan imbang yakni Mitra Kukar dengan skor 1-1 pada laga perdana.

Perlahan namun pasti, tim kebangaan Jawa Barat ini mengalami grafik yang positif. Runutannya, menang 1-0 atas PBFC, menaklukkan PS TNI 2-0, dan terakhir menang 2-0 atas Sriwijaya FC.

Sementara itu, kubu lawan lolos semifinal secara dramatis. Penampilan skuat asuhan Indra Sjafri ini melempem pada dua laga pertama: melawan Arema Cronus 1-2 dan Persija Jakarta 1-2. Namun, pada dua laga sisa, Bali United mampu bangkit sekaligus lolos ke babak empat besar setelah mengalahkan Persipura Jayapura dan PS Polri dengan skor 1-0.

Sejauh ini, kedua tim sudah bertemu sebanyak lima kali, dengan catatan masing-masing menang dua kali dan satu kali imbang. Dejan merasa perlu mengasah kemampuan penggawanya mengeksekusi lewat titik putih. Sebagai ancang-ancang bilamana kedua tim bermain imbang di waktu normal.

”Dalam sepakbola kita harus antisipasi adu penalti. Kalau bisa selesaikan laga sebelum itu (babak penalti),” tegasnya.

Menurut Dejan, permaianan Bali United di semifinal nanti tentu akan berbeda dengan babak fase grup B. Sebab digelar di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar yang notabene markas dari Bali United. ”Tapi kita harus hari-hati. Kita harus tetap bermain seperti laga-laga sebelumnya,” ujar pelatih lansiran Serbia ini.

Di pihak lawan, Pelatih Bali United Indra Sjafri ogah mengaggap remeh Persib sekalipun beberapa pilarnya akan absen. Sebab, dia melihat kolektivitas calon lawannya ini cukup padu, sehingga bisa lolos ke semifinal. ”Tapi saya pastikan, kita sudah siap menghadapi Persib. Kita siap main dan memenangkan pertandingan,” ujar Indra.

Eks Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19 tersebut mengklaim, skuat Serdadu Tridatu lebih kuat di Piala Bhayangkara ini.  ”Sekarang kita punya pemain asing yang menjadi mentor bagi pemain-pemain muda kita. Jadi, Persib siap-siap kalah saja besok,” ucapnya.

Namun, dia tak memungkiri, persiapan timnya untuk menatap laga semifinal nanti cenderung singkat. Sebab, pasukannya baru saja merampungkan laga terakhir di fase penyisihan grup B, dengan mengalahkan PS Polri dengan skor tipis 1-0 pada Minggu (27/3) lalu.

”Hanya punya jeda waktu tiga haru untuk persiapan tentunya kita siasati dengan latihan cukup dan terapi yang dilakukan tim dokter kami,” papar Indra.

”Hasilnya, per hari ini anak-anak sudah bugar dan siap menghadapi pertandingan besok (hari ini, Red),” bebernya.

Dia juga menilai kini skuatnya mulai kompak, termasuk para pemain yang baru bergabung di awal fase grup. Meski demikian, dia tidak memungkiri diawal turnamen ada beberapa pemain yang baru masuk. Sehingga hasilnya kurang bagus.

”Tapi di dua pertandingan sisa ada progres bagus yang diperlihatkan anak-anak. Trend positif yang membuat tim ini beda dengan sebelumnya,” tuntas pelatih asal Padang ini.

Untuk meladeni Persib, Bali United berbekal 25 pemain. Namun, tim asal Pulau Dewata itu mesti kehilangan satu pilarnya, yaitu Kiko Insa, yang terkena hukuman akumulasi kartu.

Asisten Pelatih Bali United Eko Pujiarto mengklaim jika anak asuhnya tak miliki kendala stamina.”Kiko tidak bisa main, yang lainnya bisa. Stamina baik dan tidak ada yang cedera,” tukas Eko dalam jumpa pers, di Graha Persib, kemarin.

Absennya Kiko tidak surutkan mental bertanding Laskar Tridatu. Kemenangan beruntun di fase grup membuat kepercayaan diri Bali United cukup tinggi, meski mereka pernah takluk 3-0 saat ujicoba dengan Maung Bandung. Meskipun begitu, tim asuhan Indra Sjafri tetap mewaspadai Persib.

”Semua pemain Persib kita waspadai. Kita tidak melihat inti maupun cadangan. Tapi, kita bakal fight lawan Persib besok. Anak-anak juga sedang progres yang baik setelah menang dua kali berturut-turut,” tuturnya. (ryt/vil/rie)

Untuk Anda
Terbaru