banner

Waspada Dendam PBFC

darikita 25 November 2015
jelang Lawan Surabaya United : Pelatih Persib Bandung Djajang Nurdjaman saat memantau skuad Persib Bandung latihan, Kemarin. Jelang bentrok dengan Surabaya United, Persib semakin pede dengan dukungan bobotoh.
vertical banner

Dua Laga Awal Persib Kurang Greget

darikita.com– Kapten tim Persib Bandung Atep menilai, permainan timnya pada dua laga awal babak penyisihn grup C turnamen Piala Jenderal Sudirman (PJS) jauh dari performa puncak. Bahkan, dua laga yang dilalui itu kurang greget.

”Tentu secara keseluruhan kita kemarin kita bermain sedikit kurang greget ya keluar dari permainan kita. Evaluasi dengan pelatih ingin mengubah itu di dua pertandingan terakhir,” ucap pemilik nomor punggung 7 itu, di Surabaya, kemarin (24/11).

Secara teknis, Atep mengungkapkan, skuatnya ingin mengubah gaya permainan. Meski, skema tersebut seiring dengan penurunan performa timnya. Acuannya, masa persiapan tim sebelum berlaga di PJS terlalu mepet. Seperti diketahui sebelum bertolak ke Surabaya, persiapan Persib serba terbatas.

”Bukan saya atau kami mencari alasan tapi yang pernah saya sampaikan sebelum berangkat ke Surabaya berstatus sebagai juara atau pun bermental juara pun tak cukup tanpa ada proses latihan,” paparnya.

”Kemarin (kalah dari Surabaya United) adalah bagian adalah tidak siapnya kita dalam masa persiapan,” tambahnya.

Kendati demikian, ayah dua orang anak tersebut tetap optimistis Maung Bandung akan bisa ”berbicara” di turnamen PJS ini.

”Kita akan coba ubah itu pemain juga sudah melupakan kekalahan kemarin dan menatap dua pertandingan ini dan tim ingin lolos jadi kita ingin berjuang lebih keras lagi,” ungkapnya.

Secara teknis, Atep juga mengaku mewaspadai hadirnya pelatih anyar Pusamania Borneo FC (PBFC) Kas Hartadi yang menggeser posisi Iwan Setiawan.

Dengan adanya pelatih baru, menurutnya, akan ada perbedaan di dalam pola bermain. Tapi siapapun pelatihnya, Atep meyakini, PBFC ingin balas dendam setelah kalah dari Persib pada babak delapan besar turnamen Piala Presiden.

”Pusamania juga menang dengan pelatih barunya otomatis mereka motivasinya lebih besar. Sebab, mereka pernah kita kalahkan di babak 8 besar turnamen sebelumnya,” ucap Atep mencoba membaca motivasi lawan.

Menyikapi ancaman tersebut, Atep pun tidak ingin timnya kalah pada laga ketiga nanti. Sebab, apabila kalah langkah Persib terbilang cukup sulit untuk lolos ke babak selanjutnya.

”Sebab, status kami sebagai juara itu pun meningkatkan motivasi kami dan kami pun akan berjuang sekeras mungkin,” ujarnya.

”Peluangnya masih cukup besar asal kita menang di pertandingan nanti. Jika menang otomatis itu akan mengangkat mental kita yang akan kita hadapi bukan tim yang mudah juga,” tambahnya.

Di bagian lain, Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman menilai, dua laga yang dilakoni Firman Utina cs belum pada top performanya. Djanur -sapaan akrabnya, menyoroti faktor fisik yang paling kentara.

Untuk itu, Djanur langsung tancap gas untuk mengembalikan fisik pemainnya dengan menaikan intensitas latihan. Selain itu, Djanur pun menyelipkan sedikit taktik pada menu latihan untuk Makan Konate dan kolega.

”Persiapan hari kedua pasca kekalahan intesitas naik, di samping menaikan kondisi fisiknya. Sebab, kemarin boleh dikatakan loyo. Selain itu ada taktik diselipkan,” ungkap Djanur.

Dia mengatakan, pada latihan kali ini, gelandang Persib Firman Utina sudah kembali bergabung bersama tim setelah izin untuk tidak mengikuti latihan kemarin. Sedangkan Ahmad Jufriyanto masih absen pada latihan pagi kemarin.

Selain Jupe, striker Ilija Spasojevic juga tidak terlihat dalam sesi. Menurut Djanur Spaso harus bertolak ke Jakarta untuk mengurus dokumen pribadi.

”Spaso izin ke Jakarta untuk ngurus visa. Kondisinya sudah semakin membaik. Kemarin juga ikut latihan full,” pungkasnya. (pra/rie)

Untuk Anda
Terbaru