banner

Febri Dipanggil Timnas, Robert Kritisi FIFA

admin darikita 12 Februari 2020
vertical banner

BANDUNG-Tim nasional Indonesia asuhan Shin Tae Yong kabarnya memanggil 34 pemain untuk melakukan pemusatan latihan. Dari daftar nama yang beredar, Febri Hariyadi masuk dalam national pool pelatih asal Korea Selatan tersebut. Namun hingga saat ini dari pihak Persib mengaku belum mendapat surat panggilan dari PSSI.

Robert Rene Alberts mengatakan, belum menerima instruksi dari federasi sepakbola Indonesia untuk melepas Febri. Untuk itu iamasih membawa Febri berlatih bersama timnya dan masuk proyeksi skuat yangbertanding melawan Barito Putera. Dia juga mengaku keberatan jika harus melepasFebri.

“Pertanyaan menarik. Tidak ada surat resmi yang kami terima melalui manajemen klub. Jadi kami tak bisa melepas pemain (ke timnas)tanpa surat resmi. Tapi saya juga melihat dan membaca ada banyak pelatih yangtidak setuju dengan pemanggilan ini, karena bukan kalender FIFA,” ujar Robertdi Graha Persib, Selasa (11/2) dilansir dari simamaung.com.

Penting bagi Febri untuk fokus dulu mengisi masa pramusim di Persib karena ini jadi modal untuk menatap musim baru. Agendapemusatan latihan timnas saat ini sendiri bukan masuk ke dalam kalender FIFA.Maka dari itu Robert ingin winger andalannya tersebut tidak meninggalkan tim disisa preseason.

“Dan setiap klub juga sedang bersiap untuk menghadapi musim kompetisi baru, jadi setiap pemain harus ada di sana (latihan pramusimklub). Jadi Febri juga masih ada dalam latihan kami pagi tadi, dia belum pergike timnas,” jelas pria 64 tahun ini.

Polemik terkait pemanggilan pemain ke timnas di luar kalender FIFA sendiri bukan kali ini saja. Namun ini masalah yang dari musim-musimsebelumnya kerap terjadi dan Robert sudah sering mengkritisi itu. Menurutnya,hal ini sudah seharusnya dibenahi oleh federasi.

“Dan sekali lagi, pertanyaan untuk sepakbola Indonesia, siapa yang menjadi prioritas dalam situasi ini. Karena jika melihat sepakbolaprofesional di seluruh dunia, klub menjadi prioritas bagi pemain jika tidaksedang dalam agenda FIFA,” jelasnya.

“Jadi ini masalah yang harus segera diselesaikan supaya tidak ada lagi salah paham, antara klub yang menggaji pemain dengan pihak federasi. Klub juga yang mempekerjakan pemain, jadi ini penting untuk mencari solusinya,” tukasnya. (bbs/tur)

Untuk Anda
Terbaru