banner

Bandrosku, (Mana) Bandrosmu.

darikita 2 Agustus 2015
tempoco
vertical banner
tempoco
tempo.co

darikita.com, Siapa yang tak tahu Bandro? Bandros yang mana coba? Semenjak Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meresmikan Bandung Tour On The Bus, arti kata Bandro di Kota Bandung jadi ada dua. Makanan dan Wisata keliling kota. Keduanya memang sama menyenangkannya. darikita.com akan coba bahas Bandros secara ‘bandros’. Dari yang legit tengahnya hingga keliling kota Bandung. Bandrosku, (mana) Bandrosmu.

Bandros sebelum ada bandros adalah sebuah makanan tradisional asal Jawa Barat. Sebelumnya penulis akan menuliskan bandros makanan terlebih dahulu, karena penulis sadar pembaca akan sedikit gundah gulana ketika tau bandros bertingkat itu bisa dimakan. Well, kembali ke bandros yang makanan.

Makanan ini dibuat dari campuran tepung beras, kelapa parut dan santan. Biasanya, ada beberapa orang menyantapnya dengan menaburkan taburan gula pasir. Kue tradisional ini nikmat sekali ketika dimakan setengah matang yang enyoy (empuk dalam bahasa sunda) tengahnya. Disalah satu sudut Kota kembang, ada bandros yang mengikuti tren kekinian dengan menggunakan greentea, tepatnya di Jalan Cisangkuy. Dengan balutan bandros manis nan menggemaskan, ditambah adonan yang terbuat dari greentea. Rasanya seperti greentea campur parutan kelapa nan manis legit.

kulinerpanduanwisata.id
kulinerpanduanwisata.id

Hijau-hijau gimana gitu. Memang masyarakat Bandung, khususnya, sedang senang dengan berbagai makanan ringan berwarna hijau (berbahan greentea). Selain mengikuti tren yang ada, kue ini enak menggunakan toping keju, coklat dan susu. Ditambah topping kekinian seperti sebuah merek coklat segitiga, merk coklat renyah, coklat berisi kacang, sebut saja toblerone, kitkat dan chacha.

Ketika masa lalu sulit dilupakan, cobalah buat bandros. Karena semua bahan diaduk dan dicampur hingga rata. Begini caranya, tepung beras, santan, daun pandan dan garam diaduk rata hingga kental. Lalu jangan lupa mencapurkan setengah lagi tepung beras dan kelapa parut. Telur juga masukkan dan kocok, beris air sedikit demi sedikit. Walah, adonan bandros telah siap untuk di masukkan dalam cetakan.

Setelah itu, jangan hanya dilihat saja. Tinggal panaskan cetakan dan masukkan adonan, mau matang dan setengah matang. Selesai sudah membuat bandros ala ala cara melupakan masa lalu yang baru dilupakan 5 menit yang lalu (selama memasak). Keenakan makan bandros, jangan lupa dengan bandros yang satunya lagi.

Yap, bandros yang bus tingkat itu loh. Iya, yang banyak pasangan selfie diatas sana. Jangan sirik ya. Banyak juga kok yang foto selfie sama mantan atau keluarga besar. Nah, ingat yah bandros ini tidak bisa dimakan. Rasanya pahit.

Sensasi pertama ketika naik bus ini ditingkat atas adalah “awas ya ada pohon di kiri kanannya”, “kalau ada kabel listrik, nunduk ya”. Begitulah.

Bandros ini diresmikan tepat pada malam tahun baru 2014. Ridwan Kamil memboyong beberapa perusahaan ternama untuk bekerjasama dalam pengadaan bus. Tahun 2015 ini, sudah banyak terdapat bus yang ada. Ada warna kuning, biru dan tentu merah, dengan logo perusahaan ditiap busnya. Bus ini bermodelkan bus bertype Eropa.

Bagi yang ingin menaikinya pun mudah, tinggal reservasi perbanyak orang. Misal reservasi untuk 25orang, kalo kurang ya ajakin teman sekelas atau tetangga. Kalau sedang ada jadwal tinggal langsung saja datang ke Balai Kota atau pantau di twitternya @busbandros. Ohya, start bandros adanya di Balai Kota. Rasanya penulis tidak akan memberitahukan rutenya, agar pembaca merasakan sensasi sembari mengacungkan tongkat narsis. Jangan lupa nunduk kalau ada kabel.

Kapasitas bus ini 30 orang, tidak lebih tidak kurang. Di tingkat bawah memiliki kapasitas hingga 12 orang dan di atas bisa 24 orang. Namun biasanya para panitia setempat hanya menaikan 30 untuk kenyamanan bersama. Yang belum kebagian jangan gundah gulana gitu dong, masih banyak bandros yang lainnya.

Penulis menyarankan agar hati-hati dalam menaiki bus bandros. Tidak ada apa-apa, cuma hati-hati ranting sebelah kanan dan kiri. Jangan lupa juga pakai penutup kepala bila siang hari dan gunakan jaket bila tur malam hari. Namun lebih nikmat lagi, naik bandros sambil makan bandros. Tentunya dengan rasa greentea topping keju. Bandrosku mana? Itukan Bandrosmu. (Ravi/dk)

Untuk Anda
Terbaru