banner

Ajak Karyawan Salat Tepat Waktu

darikita 29 Oktober 2018
SITI FATONAH/JAWAPOS.COM TUTUP: SPBU Syariah di Kota Cimahi, tutup saat waktu salat tiba selama 10-15 menit lamanya.
vertical banner

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Buana Nur Barokah di Jalan Amir Mahmud, Kota Cimahi, Jawa Barat, berkonsep syariah. Namun tak berbeda dengan SPBU lainnya baik dari jam operasional 24 jam, keramahan karyawan, fasilitas dan lainnya. Paling menarik dan istimewa di sini lebih mengutamakan salat wajib tepat waktu dan berjamaah.

PUKUL 11.33 terdengar bunyi bel dari pengeras suara SPBU, dilanjutkan dengan informasi SPBU akan berhenti beroperasi dan siap-siap salat berjamaah. Begitu terdengar, seorang karyawan mendekati pintu masuk SPBU dan langsung memasang portal dengan imbauan ’SPBU kami tutup 10-15 menit setiap awal waktu salat.

Mari kita salat tepat waktu’.

Setelah portal dipasang di pintu masuk, semua karyawan bergegas mengambil air wudhu dan menunaikan sa­lat berjamah di musola SPBU. Baik laki-laki maupun perem­puan semua wajib salat ber­jamaah. Tak sedikit calon konsumen yang terlanjur masuk ke area SPBU ikut sa­lat berjamaah dengan karya­wan sambil menunggu jam operasional kembali dibuka. Namun tak sedikit calon kon­sumen memilih memutar arah menjauh dari SPBU.

”Iya begitu bel dan imbauan salat wajib berjamaah, ka­ryawan secara otomatis men­ghentikan aktivitas,” kata Staff adminstrasi SPBU Syariah, Rizki Trianto di Kota Cimahi, Jawa Barat, kemarin (28/10).

Dalam pantauan jawapos.com, ada seorang karyawan perempuan yang masih melakukan transaksi di SPBU, kemudian sang rekan dan pengawas langsung menyuruhnya untuk ber­henti. Dari kejauhan, si karyawan pun memberikan kode kalau itu adalah kon­sumen terakhir.

Menurut pengakuan staff SPBU, seluruh karyawan di­wajibkan membawa alat salat. Bagi laki-laki membawa sarung dan peci sedangkan perem­puan membawa mukena. Tak jarang sang pengawaspun memeriksa loker karyawan apakah membawa atau tidak.

”Bahkan pegawai setiap harinya harus bawa alat sa­lat. Misal yang cowok bawa sarung sama peci dan pe­rempuan bawa mukena yang harus ada di lokernya. Itu dicek, kita harus bawa dan kalau waktunya salat langs­ung salat kalau telat (tidak berjamaah) akan kena tegur atau ditanya alasan tidak berjamaah,” jelasnya.

Walaupun perihal ibadah adalah masing-masing per­sonal yang menanggung, namun sesama muslim harus tetap mengingatkan dan mengajak saudara kita. Tak nanggung-nanggung, bukan hanya teguran namun juga akan ada evaluasi dan laporan kepada owner. Sehingga pro­gram ini dilakukan secara konsisten demi nilai ibadah dan usaha yang berkah.

Walaupun konsep ini terbi­lang baru, yakni tiga pekan terakhir namun selain kegia­tan salat berjamaah juga ada­nya pengajian setiap malam Jumat yang didatangkan dari pesantren sang owner SPBU Syariah. Setiap salat Jumat pun dipastikan ditutup selama setengah jam.

”Program lainnya mungkin owner yang lebih tahu. Awal­nya saya sempat kaget sih dengan konsep ini, tapi ya kita mah ngikutin. Kalau un­tung rugi itu mah urusan owner kalau karyawan mah tetap kerja dan dapat gaji yang sesuai. Jadi begitu bel langs­ung salat, dan badan pun jadi fresh lagi kena air wudhu. Alhamdulillah kerjanya enak, enggak terlalu tertekan,” tu­turnya.

Sebagai informasi, owner SPBU Syariah mendapati ke­rugian omset sekitar 5 persen setiap harinya karena harus tutup selama 75 menit per hari. Namun hal itu bukan masalah, dan owner tidak mempermasalahkan atau menyalahkan karyawan, ka­rena akan ada keuntungan lain yang akan didapat yakni keberkahan dalam usaha.

Staf pengawas SPBU Syariah, Andriayana, 30 mengatakan sangat setuju dan mendukung dengan program baru ini. Bahkan dengan adanya kon­sep salat tepat waktu, bisa memperbaiki ibadah diri sendiri untuk lebih baik dan konsisten.

”Iya Alhamdulillah ngeban­tu jadi salatnya rada getol lah, bisa dibilang saya jarang (sa­lat) sekarang jadi getol dan termotivasi untuk mengu­tamakan ibadah,” ucapnya.

Calon konsumen Rahmi Dini Gunawati, 23 menga­takan sangat respek dengan adanya konsep tersebut. Walaupun sedikit bingung karena pertama kali ada namun tidak menghiraukan. Dirinya dan temannya tetap akan mengisi bahan bakar di SPBU Syariah setelah sa­lat berjamah.

”Wah ini bagus ya, kagum juga. Karena baru pertama kali ada kobsep gini. Kan biasanya cuma pas Jumatan. Ya qalauoun harus nunggu tapi malah jadi mengingatkan kita untuk ikut salat berjamah di musala SPBU ini,” ungkap Rahmi.

Setelah selesai salat dzuhur berjamaah, ada waktu seng­gang sekiranya dua menit sebelum kembali beraktivitas. Pukul 11.55 WIB bel kem­bali berbunyi ‘Mohon perha­tian seluruh karyawan diper­silahkan untuk bekerja kem­bali, terima kasih dan selamat bekerja’.

Pintu masuk yang telah ter­portal imbauan pun dibuka kembali. Kurang dari satu menit belasan calon konsumen roda dua dan empat meng­geruduk dan mengantri untuk mengisi bahan bakar. Semua karyawan pun sudah siap melayani para konsumen.

Konsumen SPBU Syariah, Rahmi Dini Gunawati, 23, mengatakan terkejut ketika hendak mengisi bahan bakar roda duanya, namun SPBU tidak ada kegiatan. Setelah membaca dirinya baru tersa­dar bahwa pegawai atau ka­ryawan tengah menunaikan ibadah terlebih dahulu.

”Bagus banget ya, kan kalau biasanya tutup itu cuma pas salat Jumat, baru kali mampir ke SPBU ini ada aturan gini. Jadi kagum saja, kita pun ikut salat sambil nunggu dibuka lagi,” ucap Rahmi di SPBU di Cimahi. (ona/JPC/ign)

Untuk Anda
Terbaru