banner

Ajak Mahasiswa untuk Benahi Citarum

admin darikita 22 Januari 2018
BERIKAN EDUKASI: Sejumlah anak-anak didampingi oleh Mahasiswa diajak untuk melakukan kegiatan bebersih sungai untuk menjaga kebersihan aliran sungai dari sampah.
vertical banner

darikita.com – BANDUNG – Kodam III Siliwangi melibatkan mahasiswa dari beberapa universitas di Jawa Barat untuk ikut membantu menyosialisasikan program Citarum Harum Bestari.

Kapendam III Siliwangi, Kolonel ARH MD Ariyanto mengatakan, generasi muda khususnya mahasiswa selalu memiliki semangat kreativitas. Sehingga, wajib diajak untuk ikut berpartisipasi dala program ini.

’’Jadi mahasiswa bisa memberikan ide-ide kreatif, inspiratif serta kegiatan atau apapun yang bersifat akademisi untuk disumbangkan membantu kegiatan merevitalisasi sungai Citarum,’’ kata Ariyanto ketika ditemui kemarin (21/1)

Ariyanto menilai, sungai Citarum merupakan organ vital dan strategis. Sebab, keberadaannya sangat dibutuhkan manusia.
Namun, saat ini banyak sekali permasalahan akibat ulah manusia juga.

Untuk itu, Citarum dan tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara biasa saja. Sehingga, perlu mengajak generasi muda dari kalangan mahasiswa agar bisa menyumbangkan gagasan dan pemikiran bagi perbaikan sungai Citarum.

’’Butuh ide-ide kreatif, butuh pemikiran-pemikiran baru dari para akademisi khususnya mahasiswa apa yang bisa dilakukan,’’ ucap dia.

Sebagai contoh permasalahan, Ariyanto memaparkan, di sepanjang aliran sungai Citarum ada tiga waduk besar yang sekarang kondisinya sudah tercemar limbah merkuri maupun dari kotoran ternak yang sengaja dibuang ke sungai. Namun dengan kreativitas mahasiswa ITB menemukan bakteri icoli bisa digunakan untuk membuat limbah plastik yang tidak bisa di daur ulang menjadi lebih bermanfaat.

’’Jadi hal-hal seperti inilah yang diharapkan oleh bapak Pangdam, Gubernur dan juga Kapolda untuk bersatu bersama-sama,’’ kata dia.

Ariyanto menuturkan, para mahasiswa pun diperbolehkan melakukan penelitian-penelitian terkait permasalahan sungai Citarum. Terlebih, Jawa Barat memiliki kurang lebih 500 perguruan tinggi yang jika secara bersama-sama melakukan penelitian tentunya mampu mengetahui permasalahan Citarum yang sangat kompleks.

“Perguruan tinggi itu ilmunya harus bermanfaat bagi masyarakat dan langsung aplikatif. Di KKN misalnya, Citarum saja dulu gak mesti jauh-jauh, gak usah lagi ragu-ragu tinggal dateng dan gabung,” kata dia.

Jika menilik sejarah, Ariyanto menilai mahasiswa merupakan agen perubahan yang telah membuktikan sumbangsihnya bagi perubahan Indonesia sejak orde lama hingga orde baru. Untuk itu, diharapkan mahasiswa juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi perubahan Citarum yang lebih baik.

“Ini yang diinginkan oleh bapak Pangdam, salah satunya adalah generasi muda yang dalam hal ini dimotori oleh mahasiswa, itu baru luar biasa,” kata dia.

Selain itu, Ariyanto menuturkan, bagi mahasiswa yang suka dengan jurnalistik juga bisa ikut berperan dalam memberi efek jera kepada perusahaan-perusahaan yang masih membuang limbah industrinya ke sungai Citarum.

Menurutya, hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mengekspos serta mempublikasikan kepada masyarakat perusahaan-perusahaan yang dinilai dengan sengaja membuang limbah dan membuat Citarum tercemar.

’’Ayo kita angkat mana pabrik-pabrik yang memang membuang limbah. Angkat saja dan sebarkan melalui media sosial, kita berikan sanksi sosial,’’ pungkas Ariyanto (yan)

Untuk Anda
Terbaru