banner

Alun-alun dan Mr. Brouwer

darikita 7 Juli 2015
vertical banner

darikita.com, Kemegahan Alun-Alun Kota Bandung, menjadi primadona bagi kota Kembang ini. Banyak warga luar maupun dalam kota yang sekedar mampir atau menghambiskan waktunya disana. Diresmikan pada akhir tahun 2014 lalu memiliki beberapa area terbuka yang nyaman.

terdapat 4000 meter persegi rumput sintetis yang memiliki dua warna hijau terang dan hijau gelap. dengan jumlah masyarakat bandung yang berjumlah 2.693.500 jiwa, masyarakat secara bergantian dapat berkunjung ke pusat kota Bandung ini. tak hanya itu saja, terdapat ayunan di halte deretan huruf “ALUN-ALUN BANDUNG”.

sarana bermain anak dan kebun bunga yang masing-masing terhiasi di sudut utara dan selatan area ini. Dengan 1,2 hektar tanah yang pakai, membuat alun-alun kota bandung sudah dicari sebanyak 534.000 dimesin pencari oleh pengguna internet.Tak jauh dari tempat itu, terdapat juga bola dunia dan jembatan penyebrangan berwarna putih yang kentara dengan kutipan-kutipan penggugah hati.

Siapakah MAW Brouwer?

Warga Bandung pasti tidak asing lagi dengan qoutes satu ini, “bumi Pasundan lahir ketika tuhan sedang tersnyum.” kutipan tersebut, terpampang megah disalah satu sudut Alun-alun–tepatnya pada jembatan penyebrangan berwarna putih dekat kantor PLN. MAW Brouwer adalah orang yang menyebutkan qoutes tersebut.Bernama panjang, Martinus Antonius Weselinus Brouwer ini dikenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam.

beberapa tulisannya sempat dimuat dalam Harian Pikiran Rakyat dan  harian kompas pada masa itu, seperti “Demokrasi tak bisa berkembang di Asia?”, “Teori, Praktek. Praxis dan Pembangunan” dan “First Love Cnnot Die”. pada era 70an sampai 80an, namanya kerap hadir di media massa di Indonesia. berasal dari Belanda, tak membuatnya tidak mencintai Indonesia–buktinya dia menjadi guru di Sukabumi dan juga sebagai pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran dan Universitas Parahyangan.

Beliau tutup usia pada 19 Agustus 1991 di Belanda. Pria kelahiran Delft 14 Mei 1923 ini, sempat memohon agar menjadi warga negara Indonesia. namuun tidak dikabulkan, dan akhirnya ia dikembalikan lagi ke negara asalnya. (Ravi/dk)

Untuk Anda
Terbaru