
Kemacetan yang sering terjadi di Jakarta salahsatunya disebabkan oleh non tol Casablanca. Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya akan mengupayakan pembuatan enam ruas tol untuk atasi kemacetan
darikita.com, Kemacematan yang kerap kali terjadi di ibu kota salahsatunya disebabkan oleh jalan layang non tol yang berada di bilangan Casablanca. Belum tersambungnya ke dalam enam ruas jalan tol lainnya, menjadi alasan utama. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama Jalan layang non tol juga dapat berfungsi menjadi jalan untuk putaran kendaraan yang melewati jalan arteri.
“Karena memang belum nyambung kan. Makanya saya bilang Casablanca itu, Jalan layang non tol sebetulnya interchange untuk 6 ruas jalan tol dalam kota,” paparnya dikutip dari cnnidnoensia.com.
Ia menambahkan, seharusnya jalan tol outer ring road sudah beroperasi. Namun sempat diprotes oleh warga membuat pembebasan lahan untuk pembuatan enam ruas tol tidak dilakukan. Namun dirinya berharap agar lahan milik Kementerian Pekerjaan Umum itu dapat dibebaskan secepatnya.
“Kami lagi pembebasan lahan kan itu dari PU pusat. Saya baru lapor kemarin ngomong ke Wapres, saya harap Kementerian PU bisa cepat bebasin,” lanjutnya.
Seperti yang terlansir di cnnindonesia.com, Adapun rencana 6 ruas jalan tol dalam kota Jakarta akan menghubungkan sejumlah titik di DKI Jakarta. Tahap I, Sunter-Semanan sepanjang 20,23 km akan rampung bulan Juli 2018 dan Sunter-Pulo Gebang sepanjang 9,44 km pada Januari 2019 mendatang. Tahap II, Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 12,65 km selesai Januari 2021 dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,6 km rampung Januari 2021.
Tahap III Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,7 km pada Juli 2022 dan Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,157 km nantinya akan selesai pada Juli 2022. Ketiga tol tersebut akan tersambung dengan non tol Casablanca. (Ravi/dk)













