banner

Bandung Jadi Target Bom

darikita 21 Desember 2015
SOFAN KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MOJOKERTO GELEDAH LOKASI PENANGKAPAN: Anggota Densus 88 menggeledah rumah terduga teroris di Mojokerto, Jatim, kemarin. (20/12). Hingga kemarin, Polri mengamankan sembilan terduga teroris yang diamankan dari sejumlah lokasi, termasuk dua di antaranya dari Tasikmalaya.
vertical banner
Perakitnya Berasal dari Tasikmalaya

darikita.com, Pelaksana Tugas Kepala Densus (Plt Kadensus) Kombespol Edy Hartono mengatakan, telah menangkap sembilan terduga teroris. Total ada sembilan orang sudah diamankan.

Sebelumnya, Sabtu (19/12) lalu, Densus 88 Anti Teror menangkap Sembilan terduga teroris di sejumlah wilayah. Salah satunya di Tasikmalaya.

Sembilan orang terduga teroris itu, di antaranya Riswandi alias Iwan alias Zaid dan Yudinov Syahputra alias Kholid, keduanya ditangkap di Majenang. Lalu, Zaenal dan Asep Urip dibekuk di Tasikmalaya.

Terduga teroris lainnya yang berhasil diamankan adalah Abu Jundi alias Abdul Karim di Sukoharjo. Sebelumnya, tiga orang terduga teroris tertangkap di Mojokerto. Yakni, Karto alias Amin alias Moch, Choirul Anam, dan Teguh alias Basuki.

Dari sembilan orang tersebut, pelaku utamanya adalah Asep, seorang pengajar pesantren Al Mubarok, Tasikmalaya dan Zaenal yang tercatat sebagai santri di pesantren yang sama. ”Kami menduga keduanya merupakan perakit bom,” tuturnya, kemarin (20/12).

Dari keterangan para terduga terungkap, mereka mengincar sejumlah target berlatar syiah untuk dibom. Sementara bahan material membuat bomnya disembunyikan oleh Abu Jundi yang tinggal di Sukoharjo. Sejak awal memang diketahui kelompok ini akan melakukan pengeboman, namun tidak diketahui targetnya. ”Begitu tertangkap dipastikan mereka ingin mengincar muslim syiah dengan melakukan pengeboman,” paparnya.

Setidaknya, ada tiga daerah kantong-kantong syiah yang akan disasar, seperti Pekalongan, Bandung dan Pekanbaru. Tentunya, dengan penangkapan ini diharapkan rencana pengeboman itu bisa gagal. ”Kami terus berusaha mengejar yang lainnya,” ujarnya.

Mengapa syiah yang menjadi sasaran? Dia menerangkan bahwa sebenarnya pola-pola menyerang syiah ini mirip dengan yang dilakukan ISIS. ISIS itu saat ini berupaya menyerang kelompok syiah di seluruh dunia. ”Kuat dugaan kelompok ini terinspirasi dengan ISIS. Makanya, mereka menargetkan syiah,” tuturnya.

Dia menuturkan bahwa untuk bom yang akan dibuat kelompok tersebut merupakan bomhandphone. Makanya, sejumlah handphone dan bahan peledak juga ditemukan dalam penggerebekan dan penangkapan tersebut. ”Mereka akan beraksi, saat kita cegah,” paparnya.

Soal dari mana pendanaan pembuatan bom tersebut, juga telah terkuak. Pengakuan salah satu terduga teroris menyebutkan bahwa pendanaan didapatkan dari seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong senilai Rp 8 juta.”TKW ini merupakan istri dari pelaku bernama Zaenal,” terangnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya ada dua kelompok terduga teroris yang ditangkap secara berantai, khusus untuk yang di Mojokerto, Jawa Timur dipastikan terduga teroris tidak terkait rencana pengeboman pada syiah. Namun, mereka terkait dengan pabrik senjata kelompok Jamaah Islamiah (JI) Klaten yang diungkap Mei 2014. ”Beda ya kalau di Mojokerto. Hanya waktunya saja yang bersamaan,” tegasnya.

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Syiah akan menjadi incaran para pelaku teror. Kebenaran kabar itu juga diakui oleh Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan.

Buat Rakitan dari Kaleng Pembasmi Nyamuk

Pasca penangkapan terduga teroris di rumah terapi Jalan Empunala 78 Lingkungan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, polisi terus melakukan pengembangan. Dari olah TKP, Sabtu (19/12) malam, setidaknya mereka berhasil menemukan 16 item barang dan alat bukti baru.

Temuan itu diduga untuk mendukung rencana aksi teror saat Natal dan Tahun Baru 2016. Semua temuan disita dari rumah yang selama ini dihuni oleh terduga teroris Indraji Idam Wijaya bersama keluarga.

Sumber di internal kepolisian menyebutkan, sebanyak 16 item alat bukti yang diamankan cukup beragam. Selama penggeledahan dalam rumah kontrak yang sudah berjalan sejak Juli 2015 lalu, polisi menemukan 10 lembar print out KTP palsu. Print out pemalsuan data ini sengaja diduga dilakukan oleh Indraji. ”Gambar fotonya sama, tapi identitas dan alamatnya beda-beda,” terangnya.

Cetakan berwarna dominasi biru berukuran KTP ini menggunakan foto Indraji. ”Ada yang menggunakan nama Imran, Amin dan Anam. Alamat per KTP yang dicetak juga tertulis menggunakan alamat berbeda,” terangnya.

Ada yang sengaja mencantumkan alamat asal Kabupaten Banyumas, namun ada pula mencantumkan asal Semarang Jateng. Dari penggeledahan di sebuah kamar, polisi juga menemukan dua buku tentang ajaran Mujahidin. Bahkan yang mengejutkan, mereka mendapati satu jeriken kecil berisi cairan kimia, serta dua rakitan berbahan botol pembasmi nyamuk dan serangga.

”Bahannya dari botol bekas pembasmi nyamuk yang dirakit menyambung sepanjang satu meteran. Tapi, apakah ini sebuah rakitan bahan peledak, belum tahu,” papar sumber tersebut.

Kapolresta Mojokerto AKBP Nyoman Budiarjamengatakan, temuan alat bukti tersebut merupakan hasil pengembangan Tim Inafis bersama Satrekrim tidak lama setelah Tim Densus 88 Antiteror menangkap tiga orang terduga teroris. Namun, Nyoman mengaku, belum mengetahui jelas kegunaan dari bahan rakitan kaleng semprotan pembasmi nyamuk dan serangga tersebut. ”Kegunaannya untuk apa, kami belum tahu, di lokasi kita sebatas mengamankan. Nanti yang tahu lebih jelas dari hasil lidik Tim Densus 88,” katanya kemarin.

Dari penangkapan jaringan terduga teroris ini, Nyoman mengaku sejauh ini keamanan di wilayah hukum Polresta masih berjalan aman dan kondusif. Pihaknya belum mengendus adanya gerakan ancaman aksi teror yang akan mengacaukan keamanan, khususnya selama perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung. ”Saya rasa belum ada ke arah situ. Menurut saya BB (barang bukti) juga tidak menunjukkan ke arah situ (pengeboman). Terutama di gereja-gereja,” tandas Nyoman. (ris/abi/JPG/agm/rie)

Untuk Anda
Terbaru