Sementara itu, Direktur Utama PT Pal Muhammad Firmansyah Arifin turut berbangga. Sebab seluruh pembuatan dilakukan oleh seluruh anak bangsa. ”Pembuatan juga sepenuhnya dilakukan di Indonesia,” kata dia.
Kapal Tarlac yang dikirim kemarin, merupakan kapal produksi PT Pal yang ke-192. Sedangkan kapal produksi 193 sedang dalam pengerjaan dan akan dikirim ke Filipina pada 2017 mendatang.
Arifin menambahkan, saat ini sejumlah negara di Asia tertarik dengan kapal buatan PT Pal. Sejumlah negara Asean, Timur Tengah, hingga negara-negara Amerika Selatan mengirimkan perwakilannya untuk datang ke PT Pal. Namun, terkait negara mana dan berapa harga yang ditawarkan tidak bisa dia buka ke media .
Di sisi lain, PT PAL berniat merambah pasar kapal selam. Saat ini PT Pal masih bergantung pada Korea Selatan dalam hal kerja sama memenuhi kebutuhan kapal selam dalam negeri dengan jumlah 12. Tiga kapal masih dalam pengerjaan. Rencanannya sisa 9 kapal selam bakal digarap di tanah air. ”Kami akan fokus memenuhi kebutuhan dalam negeri. Terkait ekspor kapal selam, itu sangat mungkin. Kami sedang membangun galangan khusus kapal selam,” jelasnya.
Sebanyak 206 engineer dikirim ke Korsel untuk proyek ini. Beberapa kembali ke Indonesia. Saat ini tersisa 34 saja di Korsel. Mereka dipersiapkan untuk proses produksi di Indonesia.(sal/rie)













