banner

Banyak Bercak Darah di Kamar Margareith

darikita 23 Juni 2015
PAKSI SANDANG PRABOWO/JP PHOTO MENGENANG ENGELINE: Sejumlah warga menggelar aksi kepedulian terhadap Engeline di Monumen Tugu Australia, Jalan Jendral Sudirman, Balikpapan (14/6).
vertical banner

Darikita.com, DENPASAR – Tim Indonesia Automated Fingerprint Identification System (Inafis) Mabes Polri kembali menemukan sejumlah bercak darah di rumah Margareith Ch. Megawe, 60, di Jalan Sedap Malam No 26, Denpasar Timur, Sabtu lalu (20/6). Saat itu petugas menemukan bercak darah di kolong tempat tidur milik ibu angkat Engeline (nama yang tertulis di akta korban, bukan Angeline seperti yang selama ini diberitakan), bocah delapan tahun yang ditemukan tewas dan terkubur di belakang rumahnya. Tim menemukan bercak darah di sapu lidi dan tongkatnya. Selain itu, terdapat darah di sebuah kain pel.

PAKSI SANDANG PRABOWO/JP PHOTO MENGENANG ENGELINE: Sejumlah warga menggelar aksi kepedulian terhadap Engeline di Monumen Tugu Australia, Jalan Jendral Sudirman, Balikpapan (14/6).
PAKSI SANDANG PRABOWO/JP PHOTO
MENGENANG ENGELINE: Sejumlah warga menggelar aksi kepedulian terhadap Engeline di Monumen Tugu Australia, Jalan Jendral Sudirman, Balikpapan (14/6).

Kemarin Inafis Mabes Polri membawa beberapa benda dari rumah Margareith Christina Megawe karena ditemukan bercak darah,” ujar sumber di lingkungan Polda Bali Minggu (21/6) lalu. Sumber tersebut menjelaskan, berbagai barang bukti tersebut berupa sapu lidi sekaligus tongkatnya. Juga, kain pel.

”Mereka temukan bercak darah di kolong tempat tidur M (Margareith). Kalau sapu lidi ditemukan di kandang ayam dekat kamar Ag (Agustinus Tae, tersangka pembunuhan Engeline, Red). Terdapat darah di kayu sapu lidi sepanjang sekitar 1 meter itu. Kain pel ditemukan terbuang di bawah kolong kandang ayam dekat pintu masuk bagian selatan rumah M, yang terdapat bercak darahnya,” terang sumber yang mengutip petugas Inafis.

Kata dia, polisi sudah mengamankan berbagai barang bukti itu untuk ditindaklanjuti. ”Sebenarnya hari ini (Minggu kemarin, Red) polisi melakukan olah TKP lagi, namun tidak tahu kenapa ditunda. Mungkin Senin (hari ini, Red) dilanjutkan. Informasi terbaru akan dilakukan prarekonstruksi, namun belum tahu kapan,” tambah sumber koran ini.

Terkait dengan sejumlah barang bukti baru yang ditemukan tim Inafis Mabes Polri, Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F. Sompie yang dikonfirmasi wartawan menbenarkan adanya penemuan darah pada Sabtu lalu itu. ”Benar. Sejumlah penemuan Sabtu itu sudah langsung dikirim ke mabes untuk dilakukan analisis lagi. Bercak darah yang ditemukan sebelumnya masih dianalisis juga,” terang perwira asal Minahasa, Sulawesi Utara, itu.

Begitu juga dengan sidik jari. Jika hasilnya sudah keluar, polda akan mencocokkan lagi dengan keterangan para saksi dan tersangka. ”Kami terus melakukan upaya semaksimal mungkin untuk mengungkap motif terkait kasus tersebut,” tutur mantan Kadivhumas Mabes Polri tersebut.

Sementara itu, untuk kali keempat, Agustinus Tae, 26, kembali diperiksa sebagai tersangka pembunuhan Engeline. Pria asal Sumba tersebut menjalani pemeriksaan tambahan di Mapolda Bali mulai pukul 21.30 Sabtu (20/6) hingga pukul 01.00 Minggu (21/6). Selama tiga setengah jam, mantan karyawan pembersih kandang ayam di rumah kontrakan Margareith Ch. Megawe itu dicecar 31 pertanyaan oleh penyidik Polresta Denpasar.

Haposan Sihombing, kuasa hukum Agus, mengatakan bahwa kondisi kliennya sehat. Menurut dia, Agus menjawab semua pertanyaan yang diajukan penyidik Polresta Denpasar. Jawaban-jawaban tersebut sama dengan hasil pemeriksaan sebelumnya. ”Tiga puluh satu pertanyaan dijawab Agus dengan jawaban yang sama dengan jawaban pada pemeriksaan sebelumnya (17/6). Tidak berubah,” ujar Haposan.

Haposan menambahkan, Agus mengaku tidak melakukan pelecehan seksual dan membunuh Engeline. Sebaliknya, menurut Agus, Margareith-lah yang memukul Engeline di kamar Margareith. Menariknya, Agus pernah menyaksikan Margareith menjambak rambut Engeline dan melihatnya memukul korban. Hal tersebut terjadi saat Agus dipanggil ke kamar Margareith.

Dion Pongkor, pengacara Margareith, yang dikonfirmasi lewat ponsel enggan berkomentar. ”Semua jadi pusing kalau setiap dia (Agustinus) berubah kitatanggapin. Kita tetap pada keterangan pertama. Nanti siapa yang benar diuji di pengadilan,” ucap Dion.

Soal dugaan adanya teror, Dion meminta Agus dan kuasa hukumnya menyebut nama pelaku teror. ”Suruh dia sebut siapa yang teror. Kalau langsung, ciri-cirinya apa,” tegasnya.(dre/ken/yes/c10/sof/tam)

Untuk Anda
Terbaru