darikita.com, BEKASI – Politeknik Citra Widya Edukasi (CWE) yang terletak di daerah Cibitung, Kabupaten Bekasi, membuka program studi (prodi) manajemen logistik, untuk dukung pertumbuhan industri di wilayah Jabodetabek. Mengingat bisnis logistik di Indonesia mengalami pertumbuhan sangat cepat, sehingga dibutuhkan dukungan pengembangan infrastruktur, integrasi pusat transportasi dan distribusi, serta penyediaan sumber daya manusia (SDM) logistik yang handal.
Direktur Politeknik (CWE), Stephanus Nugroho Kristono mengatakan, upaya Politeknik CWE dalam mendukung pemerintah dalam pengembangan logistik, dibuktikan melalui dibukanya prodi manajemen logistik.
“Pertumbuhannya begitu besar dan cepat, secara nasional tantangan terbesar kita adalah bagaimana menekan biaya logistik ini di bawah 10 persen, dari biaya produksi. Kita mendukung upaya pemerintah untuk perbaikan-perbaikan infrastruktur, integrasi transportasi, hingga dukungan SDM yang khusus melahirkan lulusan manajemen logistik,” katanya kepada KBE, Rabu (10/6).
Menurut data, bisnis logistik bertumbuh sekitar 15-20 persen pertahunnya, dengan total pasar transportasi dan logistik di Indonesia sekitar Rp 1,849 triliun. Pemerintah pun berupaya untuk membuat beban logistik itu menjadi efisien, terkait masih tingginya biaya logistik nasional yang mencapai 26 persen dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Dalam program ‘Nawa Cita’ yang dikumandangkan Presiden Joko Widodo, mencakup integrasi transportasi dan distribusi, sebagai upaya menurunkan biaya logistik 5 persen per tahun, termasuk mendukung cetak biru Sistem Logistik Nasional (Sislognas). Dimana salah satu hal yang penting dalam Sislognas itu adalah, penyediaan SDM bidang logistik yang mumpuni.
“Posisi geografis Indonesia yang sangat strategis, membuat Indonesia menjadi pusat logistik di ASEAN khususnya dan Asia. Asalkan saja kita bisa membenahi faktor kendala yang masih ada,” ujarnya.
Penguasaan sektor hulu dan pemrosesan di pabrik, adalah hal penting bagi industri. Namun untuk perusahaan-perusahaan yang ingin unggul, mereka juga harus menguasai sektor yang vital, yakni manajemen logistik yang terpadu, mulai dari pengelolaan bahan baku, supply chain, distribusi hingga pemasaran.
Untuk Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang (Jabodetabek) misalnya, menurut Nugroho, sangat dibutuhkan manajemen logistik yang handal dan Politeknik CWE memiliki peranan penting dalam hal itu.
“Logistik itu adalah hal vital. Apalagi wilayah Jakarta, Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, Purwakarta, mengalami perkembangan industri yang sangat cepat dan kami siap untuk memenuhi kebutuhan SDM logistik yang handal,” katanya.
Perkembangan tersebut menurutnya telah diantisipasi oleh Politeknik CWE yang dikenal sebagai ‘One Stop Palm Oil Education and Training Centre’ sejak awal. Dalam dunia perkelapa sawitan, mereka yang menguasai aspek logistik secara terintegrasi, berpotensi menjadi pemenang di industri kelapa sawit yang selain padat modal, juga dikenal sebagai industri yang sangat dipengaruhi cuaca serta iklim.
“Program studi ini bukan hanya akan memahami manajemen logistik di industri kelapa sawit, tapi dunia logistik secara umum. Sebab di dalamnya terkandung aktivitas manajemen logistik, mulai dari purchasing, supplay chain, transportation, sampai warehousing,” ungkapnya.
Itu sebabnya, pihaknya menargetkan menerima pendaftaran calon mahasiswa yang berasal dari Jakarta maupun Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, Purwakarta, lebih banyak dibandingkan dari daerah-daerah di luar Pulau Jawa. Sebagaimana terjadi di dua program studi lainnya yang diselenggarakan kampus Politeknik CWE, yakni program studi budidaya perkebunan dan teknologi pengolahan kelapa sawit.
“Di kampus yang memiliki fasilitas terbaik untuk menunjang proses belajar mengajar, para mahasiswa akan belajar material management, distribution and transportation, procurement, supply chain management, teknik penganggaran dan lainnya, dengan kurikulum pembelajaran praktik 60 persen dan teori 40 persen. Tenaga pengajar terdiri dari praktisi 60 persen dan akademisi 40 persen,” tutupnya.












