darikita.com, KUNINGAN – Ibarat petir di siang bolong, rakyat Kuningan berduka kala tersiar kabar Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda SSos MAP meninggal dunia di RSUD 45 sekitar pukul 15.30, kemarin (7/4) sore. Diduga, bupati terkena serangan jantung sesaat sebelum dibawa ke RSUD 45 dari Pendopo.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Rakcer (Bandung Ekspres Group) dari berbagai sumber, Bupati Utje sebelum dibawa ke RSUD 45, sempat pingsan saat berada di Pendopo usai menghadiri kegiatan seharian. Kemudian, bupati pun dibawa ke RSUD 45 untuk ditangani. Sayangnya, takdir Tuhan tidak bisa dibendung karena istri H Aang Hamid Suganda SSos ini harus lebih cepat dipanggil Sang Khalik ke pangkuan-Nya.
Suasana kepanikan tampak terlihat sesaat setelah dokter RSUD 45 menyatakan Bupati Utje meninggal dunia. Sontak RS yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman itu dipenuhi banyak orang untuk meyakinkan jika sang bupati telah tiada. ”Saya juga kaget A, tadi Ibu tidak apa-apa, sekarang Ibu sudah meninggal,” kata ajudan bupati, Dede Suparman saat berada di RSUD 45.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Utje langsung dibawa ke Pendopo menggunakan ambulan dengan pengawalan ketat kendaraan fatwal. Tampak di belakangnya para pejabat daerah mengikuti mobil jenazah menuju Pendopo yang letaknya tidak terlalu jauh dari RSUD 45.
Suasana semakin haru saat jenazah tiba di Pendopo. Para penghuni pendopo serta para pegawai yang berada di Setda langsung menyambut jenazah sang bupati dengan isak tangis. Mereka rata-rata mengaku, kaget karena selama bertugas menjadi bupati, almarhumah Utje tidak menderita penyakit apapun.
Menjelang Maghrib, tampak Bupati Cirebon H Sunjaya melayat ke Pendopo atas meninggalnya Bupati Kuningan itu. Tampak pula para pejabat berkumpul di Pendopo untuk ikut menyolatkan Bupati yang dilakukan Bada Maghrib. Di ruang bagian dalam, suami almarhumah, H Aang Hamid Suganda, tampak tegar melepas kepergian istri tercintanya di usia 63 tahun itu.
Aang pun menyalami orang-orang yang menyampaikan ucapan duka dan merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Utje. Sambil menunggu jenazah dimandikan dan kemudian disalatkan, masyarakat yang terus berdatangan ke Pendopo itu terdengar melantunkan sholawat Nabi serta sebagian diantaranya membacakan surat Yasin untuk mendoakan almarhumah.
Sementara itu, atas adanya kabar duka meninggalnya orang nomor satu di Kuningan itu, sejumlah orang dekat Utje mengaku tidak menyangka jika sang bupati telah tiada. Betapa tidak, pada siang harinya Bupati terlihat masih beraktivitas seperti biasa. Bahkan sempat menghadiri acara hajat salah seorang PNS BKD di Rumah Makan Lembah Ciremai.
”Saya tadi mendapat informasi meninggalnya Ibu dari temen. Awalnya saya tidak yakin kalau Ibu meninggal dunia. Tapi setelah saya cek, ternyata benar. Saya pun kaget dan langsung ke Pendopo,” tutur H Udin Kusnaedi SE, Ketua DPD PAN sekaligus orang dekat Utje saat berada di Pendopo.
Hal senada juga disampaikan orang dekat Utje lainnya, yakni Ketua DPD KNPI Cecep Hendie ST. Seperti halnya yang diungkapkan Udin, Cecep mengaku dirinya tidak menyangka jika Bupati Kuningan telah meninggal dunia.
”Saya sangat kehilangan Ibu. Beliau orang yang baik dan bertanggungjawab. Terus terang saja tadi saya tidak percaya kalau Ibu meninggal, dikira info yang salah,” kata Cecep dengan nada penuh haru dengan mata terlihat berkaca-kaca.
Berdasar rencana, jenazah almarhumah Bupati Hj Utje Ch Suganda akan dikebumikan di pemakaman keluarga, Kelurahan Winduhaji. Hingga malam tadi, keluarga almarhum masih menunggu kelima anaknya yang masih dalam perjalanan menuju Kuningan dari luar kota. (muh/rie)













