banner

Bupati Minta Desa Miliki Akun Medsos

darikita 11 Juni 2015
vertical banner

1557579_1448112248840373_6955551112578655317_ndarikita.com, PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi, meminta seluruh desa di Purwakarta memiliki akun media sosial. Hal tersebut, menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Pasalnya, Medsos dianggap sangat penting sebagai media promosi desa.

“Semua desa harus punya akun media sosial, termasuk facebook. Gunakan line ini sebagai ajang promosi desa. Semua hasil produk desa posting disini. Sehingga desa dan daerah menjadi dikenal banyak orang,” kata Bupati Dedi, dalam acara Pelatihan Jurnalistik Desa di Bale Sawala Yudhistira, Rabu ( 10/6)

Dikatakannya, dengan adanya medsos hal tersebut harus dimanfaatkan dengan maksimal. Sehingga yang ditulis atau diposting memang sesuai dengan apa yang dituliskan sesuai dengan faktanya, informasi yang diberikan pun bisa mudah dimengerti pembaca, maka dianggap perlu perangkat desa, memahami betul dasar-dasar ilmu jurnalistik. “Penting, tau dulu ilmunya, lalu lakukan. Kami apresiasi acara ini,” tandas Dedi.

Pelatihan Jurnalistik Desa diinisiasi Forum Komunikasi Jurnalis Purwakarta (Fokus JP) bertujuan memberi pemahaman tentang jurnalisme bagi aparatur pemerintahan desa, seiring dengan berlakunya Undang-undang Nomor 16 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Desa. Dalam prakteknya, seminar juga didukung BPJS Ketenagakerjaan.

Hadir sebagai pembicara, Redaktur Tribun Jabar, Arif Permadi, pembicara lainnya yakni Totong Hidayat selaku Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Purwakarta, pengamat media Purwakarta Deni Ahmad Haidar dan Redaktur Rakyat Merdeka Online Firman Tendry.?

Koordinator Fokus JP Oyang Este Binos mengatakan seminar ini bertujuan untuk memasyarakatkan jurnalisme. “Bahwa jurnalisme itu sekarang milik semua orang dan pemerintahan desa juga perlu jadi pelaku jurnalisme itu sendiri untuk mengembangkan potensi desa hingga potensi itu bisa terinformasikan dan untuk manfaat-manfaat lainnya,” ujar Binos.

Kepala Kanwil BPJS Jawa Barat, Adjat Sudrajat, mengatakan bahwa perangkat desa, selain harus melek internet, juga harus terjamin keselamatannya selama bekerja. Termasuk saat mereka pensiun dan tua nanti.

“Makanya kita ajak mereka bergabung dalam program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) maupun Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Investasi Rp 500 per hari, tapi keuntungannya luar biasa besar di kemudian hari,” kata Adja.

Sementara Kepala BPJS TK Purwakarta Didi Sumardi juga menambahkan, diharapkan dengan kegiatan seminar ini akan menjadi cikal bakal berkembangnya BPJS TK yang melibatkan seluruh kades dan perangkatnya yang ada di Purwakarta. “Jika seluruh kades dan perangkatnya masuk BPJS dengan tiga program yang kita milik sudah otomatis akan dimudahkan dan mendapat sejahtera dengan program ini,“ pungkas Didi.

Untuk Anda
Terbaru