banner

Dedikasi Setia Jadi Guru di Desa

darikita 30 November 2018
DAPAT KEHORMATAN: Bupati Bandung Dadang M. naser memberikan piagam penghargaan kepada guru honorer Setia Rusmana yang selama 14 tahun mendedikasikan mengajar di desa terpencil.
vertical banner

SOREANG – Dianggap me­miliki dedikasi terhadap du­nia pendidikan Setia Rus­mana yang merupakan guru honorer mendapat penghar­gaan dari Bupati Bandung dadang M. Naser.

Semangatnya dalam men­didik siswa-siswi SDN Suka­manah Kecamatan Pasir­jambu, dinilai dapat membe­rikan motivasi inspirasi ke­pada semua guru di Kabupa­ten Bandung.

Meski berstatus Honorer Setia yang sudah 14 tahun mengajar didaerah terpencil merupakan tanggungjawab­nya. Meski serba terbatas, Kang Setia sapaan akrabnya selalu semangat memberikan ilmu­nya kepada seluruh siswa.

Disaat semua guru menya­takan pindah dari sekolah itu, dia tidak bisa menghalangi rekan-rekan untuk tetap ber­tahan. Bahkan, dengan pen­ghasilan alakadarnya, Setia juga pernah berniat mengik­uti jejak rekan-rekannya un­tuk keluar dari sekolah terse­but karena mutasi.

’’Saya juga sempat ingin keluar. Tapi kalau saya ikut keluar, bagaimana nasib mu­rid-murid saya,’’ ucap Setia ketika ditemui kemarin. (29/11).

Dia mengaku, selama sebu­lan terakhir, bersama kepala sekolah harus bergantian mengajar enam kelas dan menyampaikan seluruh ma­ta pelajaran kepada seluruh siswa-siswinya.

Meski SDN Sukamanah seluruh siswanya berjumlah 60 anak, dia mengaku sangat kewalahan mengajar mulai dari kelas 1 sampai 6. Namun, berkat keuletannya dan kesa­barannya, dia tetap memberi­kan pelajaran secara bergiliran.

Setia meminta kepada Dinas Pendidikan agar memperha­tikan untuk kesejahteraan guru yang sudah berjuang memberikan pendidikan. Sebab, selama ini gaji honor yang diterima sebetulnya sangat tidak memadai.

’’Kalau lihat gaji yang kami dapat, semuanya langsung habis buat ongkos,” terangnya.

Kendati begitu, untuk menam­bah biaya hidup, dia mengaku berkebun jagung dengan me­nyewa lahan orang lain. Sedang­kan, dari gaji sebagai guru ho­norer hanya mendapatkan Rp 500 ribu per bulan.

’’Kalau ditanya cukup, yah pasti engga. Untuk menutupi pengeluaran, sehabis pulang sekolah saya langsung ke ke­bun. Lumayan buat nambah biaya sehari-hari,” tutur Setia.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Bandung Agus Firman Zaini mengatakan, pihaknya akan terus berko­ordinasi dengan Dinas Pen­didikan (Disdik) Kabupaten Bandung agar permasalahan tersebut dapat segera diatasi.

“Ini adalah potret pendi­dikan di Kabupaten Bandung, di daerah lain juga mungkin terjadi tapi tidak terekspos. Permasalahan ini merupakan pekerjaan rumah bagi orga­nisasi, dan Disdik sebagai leading sectornya. Kami juga akan terus berkomuni­kasi dengan disdik agar se­muanya bisa segera disele­saikan,” ujarnya.

Dia menilai, sosok Setia Rusmana patut diteladani oleh semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kabupa­ten Bandung. Bahkan, bukan hanya diekspos tapi bagai­mana kebijakan pemerintah dalam hal ini disdik harus disuarakan.

Hal senada juga diung­kapkan Bupati Bandung Dadang M Naser. Ia mengim­bau agar Disdik Kabupaten Bandung segera menyi­kapi persoalan tersebut.

Dia mengatakan, rata-rata guru itu bertumpuk diperko­taan, seharusnya penyebaran guru harus merata kesetiap daerah di Kabuaten Bandung. Dengan sejumlah infrastruk­tur yang telah dibangun, ha­rusnya tidak ada lagi daerah-daerah yang dinilai pelosok.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Juhana berjanji akan segera menempatkan tenaga pendidik di sekolah tersebut. menurutnya, kalau sudah selesai seleksi penerimaan CPNS tenaga pendidik. Diri­nya akan meminta dua orang untuk di tugaskan disana.

”Belum lama berlangsung setia mengajar seorang diri, baru beberapa hari. Walau demikian, kami akan segera menempatkan guru untuk bertugas di sana,” pungkasnya (rus)

Untuk Anda
Terbaru