banner

Demi Pendidikan, Pemprov Jabar Bangun SMA/SMK Ditiap Kecamatan

darikita 11 Desember 2015
Foto:info-bogor.com Ilustrasi
vertical banner

darikita.com, Menjadikan generasi terdidik, cerdas, berdaya saing dan bertaqwa, Pemprov Jabar akan membangun 100 SMA/SMK, juga 20 pesantren usaha dari tahun 2016 hingga 2018 mendatang. Pembangunan tersebut akan berada di daerah-daerah terpencil di Jawa Barat, sehingga bisa terjangkau pendidikan yang merata.

Sebagai acuan, pada tingkat kecamatan belum semuanya terdapat SMA/SMK. Mengingat hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan memprioritaskan hal tersebut. “Insya Allah kita dahulukan di kecamatan-kecamatan yang belum ada SMK atau SMA sama sekali, baik negeri maupun swasta. Kedua, kecamatan yang belum ada sekolah negerinya,” jelasnya.

“Kita kan harus berpikir 30 tahun ke depan. Sekarang banyak SMA berdiri di lahan sempit, seperti SMA Cibadak (Sukabumi) yang hanya 0,6 hektare, kan sulit mengembangkan. Lalu SMA 6 Bandung sampai 3 shift karena lahannya hanya setengah hektare, sementara kelasnya ada 33, terlalu sempit,” lanjut Aher, panggilan akrabnya.

Adanya pesantren berbasis wirausaha dapat mengantisipasi pengangguran. “Selain penguatan regulasi, SMK Pesantren Wirausaha ini juga dibuat sebagai antisipasi pengangguran. Sebab, setiap tahunnya ada 600.000 lulusan SMA dan SMK di Jawa Barat,” pungkasnya.

Nantinya, pesantren wirausaha itu akan memberlakukan pendidikan formal dan kejuruan juga. Pada pendidikan formal dan kejuruan, akan diberlakukan pada jam sekolah, dari pagi hingga sore. Untuk malam dan dini hari, diberikan pelajaran diniyah yang biasa dilakukan pesantren.

“Kita perlu rekayasa keahlian, bagaimana caranya pesantren juga melahirkan keahlian kehidupan. Jadi lulusannya banyak keahlian, apakah kembali ke masyarakat menjadi guru ngaji, montir, dan banyak profesi lainnya,” tutup Aher. (Ravi/dk)

Untuk Anda
Terbaru