banner

Densus 88 AT Bekuk Zaeni

darikita 6 Agustus 2018
IQBAL GOJALI/FIN/JABAR EKSPRES JABAR SIAP: Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto, kemarin (5/8) saat mengecek kesiapan penyambutan api Asian Games 2018 di Kabupaten Garut. Dia akan memberikan rasa aman selama perhelatan Asian Games 2018.
vertical banner

GARUT – Densus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris dari jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) di Kampung Gunung Gagak, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Sabtu dini hari (4/8).

JADI SEPI: Rumah istri Zaeni di Kampung Gunung Gagak, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya. Zaeni ditangkap Densus 88 Antiteror karena diduga terlibat dalam jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) pada pukul 03.00 dini hari Sabtu (4/8). Usai ditangkap Densus 88 rumah ini terlihat sepi.

Penangkapan terduga teroris itu sempat menghebohkan warga Singajaya, karena selama ini bergaul biasa saja dengan mereka meski diketahui sebagai pendatang dari Indramayu.

Kepala Desa Sukawangi, Hadiansyah mengaku jika dia baru mengetahui penangkapan terduga teroris di desanya pada Sabtu (4/8) sekitar pukul 10.00. Dia menyebut jika terduga teroris yang berjenis kelamin laki-laki yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror selama ini dikenal warga sebagai sosok yang sering bergaul dengan tetangga.

”Namanya Zaeni (terduga teroris), engga menyangka kalau dia terlibat dalam salah satu kelompok teror sehingga warga di sini juga sempat kaget karena memang sosialnya bagus juga. Zaeni ini merupakan warga dari Kabupaten Indramayu, namun di tahun 2013 ini dia menikah siri dengan Halida, dan kita pihak desa juga awalnya tidak mengetahui pernikahan tersebut,” ujarnya kepada wartawan, kemarin (5/8).

Hadiansyah mengatakan, jika Zaeni dengan isteri sirinya dinikahkan salah seorang tokoh masyarakat yang ada di Gunung Cagak, namun pernikahan tersebut tidak dilaporkan kepada pihak desa. ”Kalau di kampung kan memang takut ada hal macam-macam, jadi mending menikah saja, tapi untuk pernikahan Zaeni ini siri,” katanya.

Dia melanjutkan, bahwa keseharian Zaeni seperti masyarakat pada umumnya yang kerap bergaul dengan warga lainnya sehingga tidak ada satu pun yang menaruh curiga kepadanya. Apalagi kebanyakan warga di Kampung Gunung Cagak berprofesi sebagai petani sehingga proses interaksi hanya terjadi saat mereka pulang dari kegiatan sehari-harinya.

”Zaeni ini kalau ke Gunung Cagak paling seminggu sekali, tapi dia suka ikut gotong royong sama warga, jadi memang tidak setiap hari di sini karena dia ngaku kerja di salah satu percetakan di Bandung. Lokasi rumahnya ada di perbatasan dengan Desa Pancasura dan Kabupaten Tasikmalaya, kalau Kampung Gunung Cagak ini 6 kilometer dari kantor desa,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Zaeni sudah menjadi buruan Densus 88 AT setelah kabur dari Indramayu lalu ke Subang dan kemudian bersembunyi di Garut. Dia menyebut jika isteri terduga teroris tersebut masih berusia 20 tahun dan tengah mengandung tiga bulan.

”Saat terjadi penangkapan memang kita tidak mendapatkan informasi, tapi saat saya sedang meronda sempat melihat ada beberapa mobil yang mengarah ke Gunung Gagak. Paginya sekitar pukul 10.00 barulah saya tahu kalau di sana ada penangkapan terduga teroris jaringan JAD,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi, terduga teroris bernama M Zaeni berusia 50 tahun ditangkap sekitar pukul 03.00 di rumah isteri keduanya di Kecamatan Singajaya. Hingga saat ini, pihak Polres Garut belum memberikan keterangan terkait penangkapan terduga teroris tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Zaeni yang bernama lengkap Muhamad Zaeni adalah warga Jalan Karang Malang Anjatan Baru, RT 01/01, Anjatan. Dia lahir di Indramayu pada 27 Juli 1968 dan diketahui merupakan ikhwan kelompok JAD Indramayu, dan juga pernah mengikuti kegiatan i’dad, berangkat ke Bekasi saat terjadi kerusuhan di Mako Brimob sebagai persiapan sebelum ke Depok dan berencana untuk ikut melaksanakan aksi amaliyah ke Mako Brimob saat terjadi kerusuhan di Rutan Mako Brimob.

Selain itu, sebelum Zaeni ditangkap tim Densus 88 AT ia sempat diintai di rumah isteri keduanya itu sejak Selasa (31/7) oleh tim dari Densus 88 AT. Masyarakat sekitar tahunya bahwa Zaeni dibawa ke Bandung karena ia memiliki utang kepada perusahaan tempat ia bekerja sehari-hari.

Dikonfirmasi terpisah Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto membenarkan adanya penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 di Garut. Dikatakan Agung, MZ merupakan jaringan JAD. MZ ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri pada Sabtu (4/8) dini.

Agung mengatakan saat ini total ada 38 terduga teroris yang ditangkap Densus 88 jelang perhelatan Asian Games 2018. Puluhan terduga teroris ini berafiliasi dengan JAD Jabar.

”Seluruhnya dipastikan anggota jaringan jemaah ansoru daulah (JAD) terduga ini menyebar mulai Subang, Pamanukan, Bogor, Indramayu, Tasikmalaya dan Kabupaten dan Kota Bandung serta terakhir di wilayah Garut (Sabtu),” kata Agung disela sela silaturahmi dengan pimpinan Ponpes di kota Tasikmalaya Sabtu (4/8).

Dia menegaskan tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri terus mengejar terduga teroris guna mencipatkan rasa aman di tengah masyarakat jelang pelaksanaan asian games tinggal menghitung hari. ”Polisi akan menjamin rasa aman jelang Asian Games tahun ini di Jabar,” ujar Agung. (gun/rmo/ign)

Untuk Anda
Terbaru