BANDUNG – Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jawa Barat Tubagus Hasanuddin dilantik sebagai ketua umum Perhimpunan Alumni Pendidikan Pasundan Indonesia (PAPPI) di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, kemarin (6/2). Pria yang akrab disapa Kang Hasan itu dipilih karena dipandang berkontribusi besar untuk kemajuan paguyuban.
Kang Hasan yang maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat 2018 itu merasa terhormat dengan diamanatkan tugas untuk memimpin PAPPI lima tahun ke depan. ”Sudah lebih dari 11 tahun saya berada dilingkungan pengurus paguyuban Pasundan dan tugas sebagai ketua PAPPI adalah sebuah kehormatan bagi saya yang akan saya junjung,” ungkapnya saat memberikan sambutan di depan ribuan alumni Pasundan.
Dia mengatakan, PAPPI harus menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi keluarga besar Pendidikan Pasundan dan memberikan kontribusi terhadap kemajuan Pasundan serta menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara. ”PAPPI juga sebagai Sarana untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan seluruh alumni pendidikan Pasundan,” paparnya.
Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 6.000 orang alumni Pasundan yang bertujuan untuk mempererat kembali ikatan kekeluargaan antar alumni Pasundan.
Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengungkapkan, Kang Hasan sebagai ”anak kandung” Pasundan harus didukung untuk menjadi Gubernur Jawa Barat 2018-2023. ”Kang Hasan, memiliki karakter dan kapasitas kesundaan dalam membawa Jawa Barat lebih baik,” tandasnya
Di sisi lain, Kang Hasan juga menanggapi santai hasil survei dari Lembaga penelitian Cyrus Network terkait elektabilitas setiap pasangan calon di Pilgub Jawa Barat 2018-2023.
Dalam survei ini elektabilitas Tb Hasanuddin yang berpasangan dengan Anton Charliyan hanya 2,5 persen. ”Saya ini baru masuk dengan nol persen lalu ada pembandingnya, sudah di angka 8,5 persen dalam waktu dua minggu. Itu ada dua satu Cyrus dan satu lagi CSIS, di CSIS saya 8 persen,” kata Hasan.
Hasan mengatakan, setiap hasil survei dari berbagai lembaga survei akan dijadikan sebagai acuan oleh dirinya terkait langkahnya di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.
”Saya punya pengalaman pada Pilgub Jabar tahun 2008, Kang Agum Gumelar top disurvei tapi kalah, Pilgub Jabar 2013 Dede Yusuf juga top disurvei tapi ranking ke empat. Saya jalani dengan happy-happy saja,” tuturnya.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat ini yakin dapat meraih elektabilitas hingga 40 persen di Pilgub Jawa Barat pada Maret mendatang. Namun, Hasan menegaskan, tidak akan menjadikan acuan setiap lembaga survei terkait elektabilitas pasangan calon di Pilgub Jawa Barat 2018-2023.
Sementara itu, belasan santri dari Komite Pergerakan Pemuda Santri dan Mahasiswa Jawa Barat (KP2SM) melakukan longmarch dari Tasikmalaya-Bandung. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan pada bapaslon TB Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah).
Secara simbolis, para peserta longmarch diterima langsung TB Hasanudin atau biasa disapa kang Hasan di Posko Relawan Hasanah di Jalan Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung (6/2). Dia mengaku terharu atas perjuangan peserta longmarch Tasikmalaya-Bandung.
”Saya menaruh rasa hormat dan salut kepada mereka. Saya mantan prajurit, tak mudah jalan kaki sejauh 120 kilometer hanya untuk memberikan dukungan,” kata Hasan kepada wartawan, kemarin.
Bagi Hasan, aksi longmarch itu merupakan refleksi dari perjuangan leluhur dalam memperjuangkan kepentingan bangsa. Beratnya langkah kaki, kata dia, dianalogikan sebagai simbol hambatan fisik dan politis yang mungkin akan dihadapi selama berjalannya Pilgub Jabar.
”Sebagai pejuang, saya meneguhkan hati untuk terus berusaha. Jangan berhenti, terus bergerak demi menggapai tujuan di Pilgub Jabar,” tegasnya.
Koordinator Lapangan Komite Pegerakan Pemuda Santri dan Mahasiswa Jawa Barat (KP2SM) Dede Heri mengatakan, aksi tersebut bagian dari dukungan terhadap Hasanah setelah sebelumnya membuat kajian.
Hasil dari kajian itu, kata dia, dipetik tiga poin. Di antaranya, menyerukan masyarakat Jawa Barat mengawal proses demokrasi pilkada Jabar dengan damai. Kemudian, menjaga persatuan dan kesatuan warga Jawa Barat meski beda pilihan.
”Terakhir namun tidak kalah penting, amanah untuk menjaga marwah Sukapura, menjaga kedaulatan serta harga diri Jawa Barat. Dan kami melihat Jawa Barat harus dipimpin sosok TNI-Polri sebagai bentuk kekuatan. Dan sosok tersebut ada pada Tb. Hasanudin dan Anton Charliyan,” tandasnya. (B1/rls/rie)













