banner

Dilaunching saat MOS, Bandung Masagi Targetkan Cetak 700 Fasilitator

darikita 15 Juni 2016
BERIKAN PEMAPARAN: Psikolog dari UPI Ifa H. Misbach memberikan pemaparan saat digelarnya acara TOT Bandung Masagi di SMAN 8 Bandung, Jalan Selontongan, Kota Bandung, Selasa (14/6).
vertical banner

Lanjut dia, yang menjadi sasaran dari Bandung Masagi ada tiga aspek, yaitu siswa, guru, dan orang tua. Akan tetapi yang paling ditekankan adalah siswa. Serta harus memenuhi delapan parameter tugas perkembangan. Setiap perkembangan, nantinya akan akan saling berbenturan di mana ke depan akan membentuk pribadinya masing-masing. Dalam pembentukan karakter anak akan ada banyak tantangannya.

Dia menjelaskan, dunia saat ini sudah banyak berubah. Artinya, kata dia, paradigma berpikir juga harus berubah. ”Para guru harus mampi mendidik siswa menghadapi abad 21 di mana terdapat banyak kecanggihan teknologi,” katanya.

Di tempat yang sama, tim psikologi Permata A.R mengatakan, model pendidikan abad 20 menitikberatkan pada keberhasian akademik seperti baca, tulis dan hitung. ”Dan itu membuat anak-anak lebih individualistik, kurang memiliki empati dan sulit bekerja sama,” ungkapnya.

Terkait anak dengan keterampilan abad 21 akan memiliki keterampilan yang berkebalikan dari abad 20. Anak-anak keterampilan 21 memiliki ciri-ciri kerjasama, kreatif, berpikir kritis dan komunikatif.

”Satu hal yang perlu ditegaskan, setiap siswa memiliki perbedaan karakteristik, sehingga tidak bisa disamakan semuanya,” pungkasnya. (nit/fik)

Untuk Anda
Terbaru