banner

Direlokasi Sebelum Lebaran, Warga Masih Bertahan di Pengusngsian

darikita 13 Juni 2016
Hendrik Kaparyadi/Bandung Ekspres MENUNGGU RELOKASI: warga Kampung Dengkeng RT 01/RW 12, Desa Wangunsari, Kecamatan Singdangkerta terdampak pergeseran tanah masih bertahan di pengungsian hingga kini.
vertical banner

Untuk mencegah kejadian tidak diinginkan BPBD Kabupaten Bandung Barat mendirikan 2 tenda besar, dan 1 milik PMI Kabupaten Bandung Barat. ”Selain itu kami juga memberikan bantuan makanan untuk pengungsi yang tinggal di tenda,” paparnya.

Menurutnya, untuk menetapkan masa tanggap darurat Pemkab Bandung Barat menggunakan pos anggaran biaya tidak terduga. Alokasi anggaran untuk tanggap darurat di Kampung Dengkeng dan Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin yang mengalami bencana banjir bandang hingga memutuskan jembatan pabuaran lebih dari Rp 1 miliar.

Relokasi warga Kampung Dengkeng berdasarkan hasil kajian Badan Geologi. Pasalnya, pergerakan tanah di sana masih berpotensi terjadi. Rekomendasi dari Geologi tersebut menjadi dasar untuk melakukan relokasi. ”Kita juga tidak asal merelokasi warga kalau tidak ada arahan dari Geologi. Karena untuk menetapkan wilayah yang aman itu harus ada rekomendasi terlebih dahulu,” paparnya.

Dia menjelaskan, pergerakan tanah di Kampung Dengkeng sudah terjadi sejak 8 tahun lalu. Warga selalu merasakan pergerakan tanah setiap musim penghujan. ’’Kawasan ini sudah lama terjadi pergerakan tanah. Hampir setiap tahun terjadi pergerakan tanah terutama pada musim hujan. Puncaknya tahun ini yang cukup berbahaya,” tandasnya. (drx/vil)

Untuk Anda
Terbaru