
darikita.com, Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) berkumpul di depan Gedung Sate. Punggawa DPKLTS ini menggelar ruwatan, sambil mengelilingi sesajen. Dalam kegiatan tersebut mereka memiliki misi tersendiri.
Kesempatan ini, mereka meminta agar pemerintah membatalkan penggenangan waduk Jatigede. Menurut mereka, sejak awal pembangunan waduk ini akan ‘merusak’ situs-situs budaya yang terdapat pada disana.
“Maksud ruwatan ini adalah untuk menghilangkan hal-hal yang jelek apapun itu. Mudah-mudahan bisa menyadarkan kalau ini ternyata banyak masalah, lebih memikirkan masyarakat disana,” jelas Budi Dalton sebagai Koordinator Lapangan.
Lanjutnya, pihaknya akan terus melakukan penolakan. Apalagi, askinya tersebut sudah berkembang di media sosial, khususnya masyarakat Tatar Sunda. “Kalaupun penolakan ini tak bisa, ya minimal kita save para korbannya,” tambahnya.
“Jadi ibaratnya bayangkan saja kalau misalnya makam orang tua kita ada disitu kemudian akan ditenggelamkan. Kita menyelamatkan artefak yang masih bisa diselamatkan, bukan artefak arkeolog tapi yang dibangun oleh pemerintah seperti misalnya sekolah,” jelasnya. (Ravi/dk)













