
Ilustrasi. Daging sapi yang meroket, membuat Polda membentuk timsus dan telah melakukan penyelidikan ke enam feedloter
darikita.com, Harga daging sapi yang meroket membuat Polda jabar membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan. Sudah enam feedloter khusus sapi yang diperiksa. Pemeriksaan tersebut dilakukan dari hasil penyelidikan ada dugaan penahanan daging sapi. Walau masih harus didalami lagi.
“Mereka mau jual setelah Iduladha. Motifnya mau cari keuntungan besar,”papar Dir Reskrim Sus Polda Jabar, Kombes Pol Wirdhan Denny.
Tim dan saksi ahli menemukan jumlah daging sapi mencukupi kebutuhan warga Jabar. Melihat dari itu, pihaknya akan terus mendalami dan mencari landasan hukum yang tepat. Yang nantinya akan diterapkan pasal 133 UU Pangan dan pasal 29 UU perdagangan yang didalamnya terdapat dilarang menimbun bahan pokok. Termasuk sapi, seperti keterangan para ahli.
“Kita terus dalami, cek dokumen impornya, kita minta keterangan saksi ahli apakah dengan ditimbunnya ribuan sapi itu masuk kategori pelanggaran atau tidak,” lanjutnya.
Akibat mahalnya daging sapi, tak sedikit pedagang yang enggan menjajakan lapaknya. “Kalau sapi kan, pedagang nggak mau jualan karena harganya mahal,” tutur Wirdham.
Mengenai harga daging ayam yang disebut-sebut menaik juga. Ia belum bisa memastikan karena belum ada laporan yang akurat. (Ravi/dk)













