banner

Emil: Keroyok Citarum

darikita 20 Februari 2019
BLUE PRINT: Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan (tengah) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri Citarum Expo.
vertical banner

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil optimistis program Citarum Harum Juara akan lebih cepat terselesaikan dari target 7 tahun. Optimisme itu muncul usai melihat beragam elemen yang menandatangani kesepakatan bersama terkait penanganan Citarum.

”Inilah wajah sabilulungan atau gotong royong. Semua bersatu, akan kami tunjukkan kepada semua termasuk bapak presiden. Insya Allah tidak perlu 7 tahun untuk selesaikan Citarum tapi bisa lebih cepat,” kata Ridwan Kamil di Citarum Expo 2019, di Gedong Sabilulungan, Soreang Kabupaten Bandung, Selasa (19/2).

Perlu diketahui, yang turut dalam penandatanganan ko­mitmen tersebut antara lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri PUPR Ba­suki Hadi Muldjono, Bupati Bandung Dadang M. Naser, pimpinan TNI/ Polri, Ke­jaksaan, pimpinan perusa­haan BUMN dan swasta, akademisi, budayawan, seni­man, pegiat lingkungan, Kwarda Pramuka Jabar, komu­nitas hingga pelajar.

Pria yang juga men­jabat sebagai Komandan Sa­tuan Tugas (Dansatgas) Cita­rum Harum Juara itu juga mengungkapkan, setelah kesepakatan bersama itu di­buat, setelah itu diserahkan blue print atau cetak biru rencana aksi hasil sarasehan dari Ketua Harian Satgas Ci­tarum Harum Juara Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Ta­mim kepada Dansatgas Rid­wan Kamil. Cetak biru ini akan menjadi pedoman siapa mengerjakan apa dan target yang harus dicapai dalam waktu yang sudah ditentukan.

”Terima kasih kepada semua kelompok atau istilahnya pen­ta helix, semua hadir di Citarum, ada yang menyumbangkan ilmu, harta, jaringan dan lain­nya. Ini adalah gong dari ren­cana aksi isinya adalah matrik siapa mengerjakan apa, target­nya berapa lama, 6 bulan harus jadi apa, 5 tahun harus jadi apa. Sehingga kalau digabungkan akan menjadi orkestra musik yang harmoni dan indah,” pa­par pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Keyakinan Emil bertambah, setelah Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan memastikan bahwa anggaran pemerintah pusat untuk penanganan sungai Citarum akan disera­hkan pada Maret mendatang. Anggaran tersebut, kata Emil, untuk menunjang kinerja seluruh Sektor di DAS Citarum dan keperluan peralatan.

”Anggaran dari pusat dua minggu lagi cair itu kata Pak Luhut dan ini untuk Dansektor semua,” ujarnya.

Selain itu dalam waktu dekat, dia pun akan menghibahkan gedung kantor yang akan di­jadikan pusat komando Cita­rum Harum Juara di Jalan Naripan Kota Bandung. Ge­dung eks kantor Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) Jabar ini akan digunakan untuk rapat dan bisa memantau seluruh aktivitas di DAS Ci­tarum melalui Command Center yang terpasang.

Usai meninjau stan di Cita­rum Expo 2019, Dansatgas Citarum Harum Juara dibe­rikan bantuan oleh PT Pindad berupa Excavator Amphibi dan tongkang pengangkut sampah. Selain itu Bupati Bandung Dadang M. Naser juga memberikan bantuan puluhan motor trail kepada Dansektor.

”Ini adalah gong rencana aksi, itulah kenapa kita adakan acara ini. Ayo kita keroyok Citarum ramai-ramai,” ucap Emil.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengapre­siasi karena banyak pihak yang peduli terhadap kondisi Cita­rum. ”Betapa banyaknya yang sudah dilakukan masyarakat untuk memperbaiki Citarum saya lihat dari expo ini, banyak inovasinya,” tuturnya.

Menurutnya, sejak digalakkan pada Maret 2018 lalu program Citarum Harum Juara sudah menunjukan progres yang baik. Dia pun memastikan dana bantuan dari pusat akan dise­rahkan pada tanggal 12 Maret 2019 sebesar Rp 605 miliar. Untuk itu, senada dengan gu­bernur program pemulihan sungai Citarum ini akan selesai lebih cepat.

”Dana akan turun 15 maret nanti sebesar Rp 605 miliar secara bertahap dengan be­gitu saya yakin proses Citarum ini akan lebih baik dan cepat,” terang Luhut.

Dia mengatakan, saat ini dunia internasional sudah melihat bahwa Indonesia sangat serius terhadap upaya pemulihan lingkungan.

”Jadi sekarang gaungnya sudah dilihat oleh interna­sional bahwa Indonesia se­rius, mereka kagum sama kita, nanti tanggal 12 maret akan ada pertemuan dunia dan tokoh internasional akan hadir membahas masalah lingkungan,” jelasnya.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser juga menyatakan apresiasinya atas penyeleng­garaan event tersebut. Dia mengatakan, Citarum sebagai sungai terpanjang (297 km) dan terbesar di Jawa Barat. Sebab, Citarum melewati 12 wilayah administrasi kabu­paten/kota, dimanfaatkan berbagai lapisan masyarakat. Namun pemanfaatannya, kata Dadang, tidak disertai dengan pengelolaan yang baik.

”Ini yang menjadikan Cita­rum berpredikat sungai ter­kotor di dunia. Akibatnya merusak kesehatan, ekonomi, sosial, ekosistem dan sumber daya lingkungan warga Jawa Barat pada umumnya,” kata­nya.

Dia menambahkan, Pera­turan Presiden (Perpres) no­mor 15 Tahun 2018 akan mempercepat koordinasi dalam pengendalian pence­maran dan kerusakan DAS Citarum.

”Di bawah komando Dan­satgas Gubernur, yang terde­pan ada TNI dengan dansektor-dansektornya, gerakan ini sangat dirasakan rakyat Ka­bupaten Bandung dari hulu sampai ke hilir. Terlebih lagi dengan beberapa pembangu­nan dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Peru­mahan Rakyat), saya yakin, hal-hal teknis bisa teratasi,” tambahnya. (yul/bbs/rie)

Untuk Anda
Terbaru