banner

Emil Lebih Dengar Suara Rakyat

darikita 3 Maret 2016
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES FOKUS BENAHI BANDUNG: Wali Kota Bandung Ridwan kamil (tengah) didampingi istrinya Atalia Kamil pada konferensi pers terkait Pilgub DKI di Ruang Tengah, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, kemarin (29/2). Ridwan Kamil tetap untuk Kota Bandung.
vertical banner

Gerindra Bantah Kembali Melirik Ahok

darikita.com, Gerindra DKI tidak ingin larut dalam kekecewaan pasca ’’ditinggal’’ Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Keputusan Emil –sapaan Ridwan Kamil– yang tidak mau diusung dalam Pilgub DKI 2017 bukan akhir dari segalanya. Gerindra tetap optimistis menatap pesta demokrasi lokal tersebut. Apalagi mereka masih memiliki bakal cagub lain yang siap diusung.
Awalnya, Gerindra memiliki delapan bakal cagub yang dipersiapkan jelang Pilgub DKI 2017. Setelah Emil mundur, mereka kini bergantung pada tujuh orang. Yakni, Sandiaga Uno, Sanusi, M. Taufik, Biem Benjamin, Ahmad Muzani, Syafrie Syamsudin, dan Sekda DKI Saefullah. Partai besutan Prabowo Subianto itu yakin tujuh nama tersebut memiliki kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh.
’’Kualitas mereka tidak kalah jauh kok. Banyak yang berkualitas,’’ tegas Ketua Penjaringan Bakal Cagub Gerindra DKI Syarif kepada Jawa Pos (induk Bandung Ekspres) kemarin (1/3).
Dia menjelaskan, pihaknya mengevaluasi tujuh nama itu pada 23 April. Termasuk memutuskan nasib bakal cagub yang diisukan mundur dari penjaringan. Misalnya, Syafrie Syamsudin dan Saefullah. Bahkan, setelah mengevaluasi nama-nama tersebut, pihaknya akan memasukkan tokoh lain dalam bakal cagub Gerindra. Termasuk Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra dan musisi Ahmad Dhani. ’’Bisa saja masuk nama baru yang niatnya untuk maju kami apresiasi,’’ terang Syarif.
Sejauh ini, lanjut dia, ada beberapa nama bakal cagub Gerindra yang dianggap kurang mengoptimalkan sosialisasi. Di antaranya, Saefullah yang sama sekali belum menonjol dalam bersosialisasi kepada masyarakat. ’’Yang nggak serius otomatis dicoret. Kami ingin yang benar-benar mau bertarung,’’ jelas sekretaris Komisi A DPRD DKI itu.
Bagi Syarif, semua partai di ibu kota masih menimbang-nimbang kualitas para tokoh yang sudah menyatakan ingin maju sebagai calon gubernur. Termasuk petahana Basuki T. Purnama (Ahok). Namun, tegas dia, partainya tidak akan mendukung Ahok dalam pilgub. Hal tersebut sekaligus meluruskan pernyataan Ketua DPP Gerindra Desmon Junaidi Mahesa sebelumnya yang mengindikasikan akan mendukung Ahok. ’’Itu (mendukung Ahok, Red) tidak benar. Itu pernyataan pribadi,’’ ungkapnya.
Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykuruddin Hafidz menerangkan, mundurnya Emil memang layak diapresiasi. Sebab, keputusan itu diambil atas dasar suara masyarakat. ’’Para tokoh dan partai politik jangan terjebak. Jangan semuanya ke Jakarta. Daerah lain juga membutuhkan tokoh yang mumpuni,’’ ucapnya.
Masykuruddin menilai, di ibu kota, masih banyak tokoh yang berkualitas. Menurut dia, kekurangan para tokoh, terutama calon lawan petahana, terletak pada sosialisasi dan pergerakan dalam menggalang dukungan. ’’Kalau semuanya serius dan bergerak, kondisinya pasti beda,’’ tegasnya.
Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Barat belum tertarik untuk mengusung Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung) pada pemilihan gubernur 2018 mendatang. Terlebih hingga saat ini PDIP Jawa Barat berencana memajukan Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tb. Hasanudin.
Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat Abdy Yuhana mengatakan, banyak pihak yang mendorong Emil untuk maju di Pilgub Jabar 2018 mendatang. Namun demikian hingga saat ini pihaknya belum tertarik untuk mengusung Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar nanti. Terlebih PDIP Jabar memiliki tokoh yang diunggulkan.
”Kita belum melakukan tahapan untuk pilgub, kita belum tertarik ke RK (Ridwan Kamil). Apalagi PDIP punya kader potensial, yang punya pasar dan layak jual dan memiliki jiwa kepemimpinan, yaitu Ketua DPD PDIP Jabar Tb Hasanudin,” jelas Abdy kepada wartawan, kemarin (1/3).Dikatakannya, pilgub Jabar 2018 merupakan momen yang sangat penting bagi PDIP Jawa Barat untuk menjadi yang terbaik. Sehingga PDIP Jawa Barat pun akan menyiapkan segala sesuatunya secara matang.
”Tahapan pilgub, akan kita lakukan pada Maret 2017 mendatang dan kita akan melakukan penjaringan. Tetapi saat ini kita punya kader terbaik, yaitu TB Hasanudin,” urainya.
Selain memiliki kader potensial, lanjut Abdy, PDIP Jawa Barat pun memiliki suara potensial. Bahkan saat ini pun PDIP Jabar memiliki 20 persen kursi DPRD Jabar. Meski demikian tidak menutup kemungkinan PDIP Jawa Barat melakukan koalisi dengan partai lainnya. ”Secara aturan cukup 20 persen. Tapi kita akan bangun komunikasi dengan partai lain, ini momentum untuk merebut Jawa Barat,” tuturnya.
Dalam hal itu lanjutnya, tidak menutup kemungkinan PDIP Jabar pun melakukan komunikasi dengan partai lainnya. Termasuk dengan Ridwan Kamil. (ydh/co1/fai/rie)

Untuk Anda
Terbaru