darikita.com, KARAWANG – Partai Gerindra jelang pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati makin gencar melakukan konsolidasi. Salah satunya adalah dengan menggelar komunikasi politik kebeberapa partai di Karawang. Kali ini, Gerindra melakukan komunikasi politik ke Partai Demokrat Kabupaten Karawang.
“Tugas kita sudah selesai, sekarang kita tinggal melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai,” kata Sekretaris Badan Pemenangan Pemilukada DPC Gerindra Kabupaten Karawang, Ade Suhara, saat melakukan kunjungan ke Fraksi Partai Demokrat, Rabu (10/6).
Ade mengatakan, kedatangan dia ke Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Karawang dilakukan untuk menyampaikan hasil dari proses fit proper test yang dilakukan di DPD Gerindra Jawa Barat. “Semalam sudah selesai semua uji kepatutan dan kelayakan calon. Jumlahnya enam orang, yang terdiri empat orang kader dan dua orang non kader,” ungkapnya.
Dijelaskannya, untuk hasil rekomendasi semua diserahkan kepada DPP Partai Gerindra. Pihak BAPPDA Karawang, kata dia, hanya mengawal sampai uji kepatutan dan kelayakan. “Kami hanya mengawal sampai disini. Kami tidak pilih kasih, semua sama. Karena ada pemeo kalau saya menganak emaskan satu orang, maka akan lahir seribu anak tiri,” tandasnya.
Ia mengatakan, hasil yang akan dijadikan patokan oleh DPP adalah merujuk pada hasil survey. “Saat ini surveynya masih berjalan. Tunggu saja hasilnya nanti tanggal 20 Juni,” tandasnya.
Kedatangan Ade Suhara disambut oleh dua kader Partai Demokrat yakni Asep Oki Tahkik dan Ahmad Rifa’i. Kedua kader partai berlambang bintang mercy ini mengapresiasi tarhadap proses yang dilakukan Partai Gerindra. Keduanya menilai, saat ini memang Gerindra Karawang menjadi titik perhatian masyarakat atas proses penjaringan yang dilakukan. “Memang saya akui, Gerindra sangat menyedot perhatian publik,” ungkap Asep Oki Tahkik.
Ditambahkan dia, terkait pencalonan salah satu kader dan tokoh Demokrat, Saan Mustopa cukup taktis. Baginya, turunnya Saan memang menunjukkan pola permainan politik yang sangat berkelas. “Kang Saan memang bermain dengan ini (otak, red). Jadi memang lebih taktis dan efektif,” tuturnya sembari menujuk dahinya.
Hal tak jauh beda dinyatakan Ahmad Rifa’i. Dirinya mengakui fenomena konstelasi politik akhir-akhir ini cukup menggairahkan. Hal ini, kata dia, merupakan bentuk dinamika politik yang patut diapresiasi. Terlebih lagi, geliat partai Gerindra dan partai Golkar Karawang mulai tampak ke permukan.
“Baguslah, ini namanya dinamika politik. Semuanya sah dan wajar. Mengingat saat-saat ini menjelang batas penentuan cabup dan pendaftaran di KPU,” tukas Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Karawang ini.













