Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Godok Opsi Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg

Oleh • 9 November 2016 • 09:19

JAKARTA – Pemerintah berencana mengubah sistem distribusi elpiji 3 kilogram (kg) secara bertahap mulai 2017. Namun, sampai sekarang, belum ada formula baku yang digunakan agar distribusi elpiji melon tersebut tepat sasaran ke keluarga miskin. Cara baru yang sedang digodok adalah menaikkan harga elpiji 3 kg.

Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang menyatakan, saat ini elpiji 3 kg digunakan oleh 59 juta kepala keluarga (KK). Jumlah itu terhitung banyak mengingat aturan membolehkan elpiji 3 kg dikonsumsi oleh keluarga dan industri mikro. ’’Padahal, sudah jelas, berdasar data dari TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan), yang berhak sekitar 20 juta KK,’’ katanya kemarin (8/11).

Direksi yang juga menjabat Plt direktur pemasaran tersebut mengungkapkan, Pertamina nanti perlu memotong distribusi lebih dari separo pengguna supaya tepat sasaran.

Dia mengakui, tidak mudah membatasi pendistribusian elpiji 3 kg. Salah satu cara yang mempunyai probabilitas keberhasilan tinggi, membuat harga elpiji 3 kg lebih mahal daripada sekarang. Seperti diketahui, umumnya, elpiji 3 kg dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemda. Umumnya, harganya mencapai Rp 16 ribu sampai Rp 18 ribu.

Menurut Abe, sapaan Ahmad Bambang, jika elpiji 3 kg dijual sesuai harga pokok produksi, tidak akan jauh berbeda dengan elpiji jenis bright gas 5,5 kg. ’’Tapi, masyarakat miskin yang terdata tetap beli dengan murah. Pakai kartu khusus,’’ katanya.

Abe menjelaskan, cara tersebut lebih baik daripada di pasaran nanti ada dua harga elpiji 3 kg. Yakni, harga subsidi yang tetap sesuai HET dan harga normal. Alasannya, tidak ada yang bisa memantau. Jadi, yang digunakan lebih baik mekanisme subsidi langsung. ’’Kartunya nanti hanya bisa untuk beli elpiji 3 kg,’’ tuturnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *