
TELITI HATI: Petugas kesehatan Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Barat memeriksa kesehatan hewan kurban di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Kamis (24/9). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya menghindari hewan kurban yang terjangkit penyakit.
darikita.com, ANDIR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) menyediakan fasilitas pemotongan gratis selama hari tasrik. Hal tersebut diungkapkan Kepala Distan Kp Kota Bandung, Elly Siti Wasliyah untuk menyambut Hari Idul Adha.
Pihaknya memberikan keringanan pada masyarakat yang ingin memotong hewan dengan jenis sapi untuk dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom, tanpa dipungut biaya.
”Kalau kambing mungkin masih bisa disembelih di kawasan warga, karena ukurannya kecil. Kalau di sini kami menyediakan fasilitas dan ruangan untuk pemotongan sapi, sampai tahapan pemisahan kulit dan daging, hanya sampai itu,” papar kata dia kepada wartawan saat ditemui di Kantornya di Jalan Arjuna Bandung kemarin (24/5).
Biasanya untuk fasilitas pemotongan bagi warga yang akan menggunakan hal tersebut dipungut biaya Rp 30.000. Elly menjelaskan, ratusan sapi yang dipotong pihaknya dari seusai salat Ied Ied, merupakan titipan warga. Sebab, mengetahui di RPH Ciroyom sistem pemotongan dan pengulitannya dilakukan cepat oleh tukangnya yang memang ahli menyembelih.
Sementara itu, untuk tim pantauan Distan KP yang dikirim ke berbagai daerah untuk memeriksa kondisi daging kurban sudah mulai bergerak. Tim tersebut berisi 47 orang yang secara giliran mendapat tugas untuk mengunjungi mesjid dan memeriksa kualitas daging, terutama hati sapi.
”Tim Posmortem bergerak ke berbagai mesjib besar di Kota Bandung, mereka nanti keliling karena jumlah yang memeriksa tidak sebanding dengan jumlah masjid yang mencapai 4.000,” terang dia.
Mengenai kurangnya jumlah tim Posmortem, Elly mengatakan sudah mempersiapkan tim ahli di setiap Dewan Keluarga Masjid (DKM). Sebelum Hari Idul Adha, pihaknya telah melahih tiga angkatan DKM untuk mempelajari cara memeriksa daging kurban yang sehat.
”Sepuluhhari pemeriksaan, 14 september 23 september. Pemeriksa tim kesehatan Posmortem 74 sampai minggu hari tasrik. Tiga angkatan itu terdiri dari 150 orang yang sudah dilatih untuk memeriksa kondisi daging sapi. Terutama untuk hati, yang biasanya kalau yang gak sehat itu ada rongga yang berisi cacing,” kata dia.
Mengenai hal itu, pihaknya mengaku untuk jenis hati sapi yang terkena cacing tidak harus semua bagiannya dibuang. Cukup dengan memotong bagian yang berongga atau terdapat cacing, dan sisanya bisa dikonsumsi secara normal. ”Kalau untuk pelatihan juga kita sediakan 350 keping CD sebagai bahan pembelajaran mengenai sistem dan cara untuk memeriksa hewan dan daging,” ujar dia.
Sementara itu, Elly menjelaskan berdasarkan data 2014, ternak kurban 2014, untuk jenis sapi ada 7.857 ekor kemudian, domba ada 1.718 ekor.
”Jumlah hati api yang diafkir ada cacing sapinya 155,4 kilogram. Sedangkan hati domba yang diafkir ada 31 kilogram ada yang terperiksa,” ujar dia.
Sementara itu di lokasi lain, Wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta kepada seluruh panitia pembagian daging kurban untuk menjemput bola. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.
”Saya minta panitia agar bisa jemput bola lebih baik. Artinya di antar kepada yang berhak, tidak usah ngantri. Karena kita juga harus memuliakan yang miskin,” ujar Oded saat ditemui usai melaksanakan solat Idul Adha berjamaah di Masjid Raya Bandung, kemarin.
Dengan menjemput bola, diharapkan pelaksanaan pembagian daging kurban ini bisa berjalan dengan aman dan tertib. Sehingga, masyarakat bisa merasakan hikmah dari berkurban yang sesungguhnya.
”Saya juga mengimbau kepada seluruh panitia kurban hari ini agar mereka dalam pelaksanaan kurban ini menjaga ketertiban. Kalo tertib kan hikmah ibadah haji ini bisa kita rasakan,” ucap dia.
Selain itu, lanjut Oded, pihaknya juga meminta kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk menyampaikan perihal teknis penyembelihan yang baik. Sehingga, pada pelaksanaan kurban sesuai dengan syariat Islam.
Oded mengaku, sejauh ini pegawai negeri sipil (PNS) lingkungan Pemerintah Kota Bandung cukup banyak yang menunaikan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah.
”Sebelumnya kita sudah meminta kepada seluruh PNS di Kota Bandung khususnya mereka harus berkurban. Alhamdulillah, cuma sekarang kami belum menginventarisir berapa jumlahnya. Biasanya di belakang ada laporan berapa yang berkurban,” ungkap Oded. (fie/rie)
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung tidak akan meminta retribusi kepada warga yang ingin memotong hewan kurban di rumah potong hewan (RPH) Ciroyom dan Cirangrang. Bahkan, pihaknya akan memberlakukan hal tersebut hingga hari tasyrik selesai.
“Kita hanya membatasi bagi warga yang ingin motong hewan kurban disini (RPH-red) sampe hari minggu. Dan sesuai aturan, tidak akan dipungut biaya sama sekali,” ujar Kepala Distan KP, Elly Wasliah saat ditemui di Kantor Distan KP, Kamis (24/9/2015).
Dikatakannya, sekalipun warga harus membayar retribusi pemotongan, itu pun bukan kepada pihaknya. Namun, retribusi tersebut diberikan kepada petugas pemotongan hewan. Sebab, petugas tersebut bukan merupakan kariyawan dari Distan KP.
“Mereka (pemotong hewan-red) bukan petugas dari kita. Jadi kalo pun ada pembayaran, ya itu bayarnya ke mereka langsung sebagai uang buruh lah istilahnya,” katanya.
Dijelaskannya, pembebasan biaya retribusi ini dilakukannya memang sesuai aturan yang berlaku. Namun, setelah itu tarif seperti hari biasanya akan berlaku. Tidak hanya itu, waktu pemotongan pun akan tetap dilakukan pada malam hari.
“Kalo emang niatnya kurban akan kita gratiskan. Tapi kalo buat dijual lagi ya pemotongannya bakal malam seperti biasanya. Selain itu kita juga akan kenakan biaya retribusi senilai Rp 30 ribu per ekornya,” ungkap dia.
Pembagian Daging Kurban
Ribuan warga yang berasal dari wilayah Bandung Raya mendatangi pembagian daging kurban di Masjid Raya Bandung. Meski sempat berdesak desakan, pembagian daging kurban berlangsung kondusif.
Berdasarkan pantauan, warga tampak sudah mengantre sejak pagi. Padahal pembagian daging kurban baru dilakukan sekitar
pukul 13.30 WIB dan baru berakhir pukul 15.30 WIB.
Sekretaris DKM Masjid Raya Bandung Aos Sutisna mengatakan masing-masing penerima hewan kurban mendapatkan jatah sebanyak setengah kilogram daging. Menurut dia, untuk sistem pembagian daging kurban di Masjid Raya Bandung sendiri tidak menggunakan sistem kupon.
“Jadi warga yang hadir dibariskan per shaf. Warga yang telah berbaris kemudian harus melakukan registrasi dan mengisi data sebelum menerima daging kurban,”ujarnya saat ditemui di Masjid Agung Bandung Raya.
Aos memperkirakan total penerima daging kurban di Masjid Raya Bandung sekitar 4 ribu orang. Penerima kurban yang datang lanjut dia, tidak hanya berasal dari Kota Bandung saja, tetapi juga dari Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi.
Aos mengungkapkan hewan kurban yang dititipkan di Masjid Bandung Raya sendiri ada 17 ekor, yang terdiri dari 12 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Proses penyembelihan hewan kurban lanjut Aos masih terus berlangsung hingga Hari Tasyeik berakhir, yaitu pada Minggu (27/9). (Fie)













