banner

Handycraf Market Hadir di Jabar

darikita 15 Februari 2019
HASIL PENGRAJIN: Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil saat menunjukan sebuah buku hasil kerajinan dari Jawa Barat.
vertical banner

BANDUNG – Jawa Barat memiliki berbagai macam keunggulan. Salah satunya hadir juga mall tematik pertama yang akan menjadi wadah berkumpulnya para pengrajin untuk berbisnis, adalah Rupa Rupi Handycraft Market yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani 837-843 Bandung.

Tentu ini akan memanjakan para pengrajin yang ada di Jawa Barat. Mall tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil. Bahkan, mall ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru di Kota Bandung.

“Saya kira ini bisa menjadi satu hal untuk mendukung pariwisata Jawa Barat khususnya Bandung. Karena ternyata yang dihadirkan juga terkait dengan sumber bahan baku yang dapat mendukung produk kerajinan, jadi yang dijual bukan hanya barang jadi saja,” kata Atalia, saat Grand Opening Rupa Rupi Handicraft Market Bandung, kemarin. (14/2)

Menurutnya, kehadiran mall tematik ini dapat mempermudah penggemar handicraft saat akan hunting barang. Karena biasanya ketika mereka ingin belanja harus menunggu event exhibition atau pameran, sehingga tentu ini lebih praktis dan dapat menghemat waktu.

Terkait dengan adanya gedung Dekranasda Jabar yang juga menyediakan dan menjual bermacam kerajian khas Jawa Barat, Atalia mengatakan tidak menjadi masalah karena menurutnya apa yang ada di Ruang Pamer Dekranasda Jabar hanyalah perwakilan dari pengrajin dari 27 Kabupaten/Kota, berbeda dengan di mall ini yang semua pengrajin bisa ikut serta.

“Tidak masalah, karena kita membutuhkan wadah bersama. Disini pengrajin bisa kita dorong dan dukung bersama-sama jadi kedepan proses promosi kerajinan Jawa Barat akan lebih mudah lagi,” ucap Atalia.

Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Jawa Barat (Jabar), Hedy Yamasari mengatakan, dari 369 tenant yang tersedia, saat ini sekitar 290 sampai 300 tenant sudah terisi. Tenant-tenant tersebut diisi oleh para pengrajin yang mendukung bahan baku dan bahan jadi kerajinan, yang juga menaungi para UKM di Jabar.

“Mall tematik ini merupakan embrio dari usaha kita semua. Maka sesuai niat kami, berawal dari mall tematik ini kami bisa berangkat bersama-sama menembus pasar global,” kata Hedy.

“Alhamdulillah sekitar 290 sampai 300 tenant sudah terisi. Mudah-mudahan kami bisa terus mengembangkan handicraft yang ada di Jawa Barat,” harapnya.

Selain proses berniaga, di mall ini juga akan sering diadakan workshop atau pelatihan yang berkaitan dengan skill membuat handicraft. Di samping itu, di sini para perajin akan dibekali ilmu pemasaran bisnis ataupun pembekalan-pembekalan lainnya yang terkait dengan kerajinan. (yan)

Untuk Anda
Terbaru