banner

Impian Aria Juara Kelas pun Kandas, Umur 10 Tahun, Bobot 140 Kilogram

darikita 29 Mei 2016
vertical banner

Dengan kondisi Aria yang mudah lelah, Boy menduga ada masalah pada jantungnya. Bisa jadi sudah pada tahap gagal jantung. Selain masalah jantung, menurut dia, obesitas berisiko menimbulkan penyakit lain. ”Bisa diabetes melitus tipe dua, hipertensi, batu empedu, dan hiperkolesterolemia.”

Dokter Irma Lestari Paramastuty SpA Mbiomed juga mendukung pernyataan Boy. Pola hidup yang buruk, menurut dia, bisa menjadi penyebabnya. Asupan lebih banyak daripada pengeluaran kalori. ”Sering nonton televisi atau main game, lalu makannya banyak. Akhirnya gendut,” ujarnya.

Kegemukan bisa juga terjadi karena faktor keturunan. Nah, Irma memberikan tip bagi keluarga yang mempunyai potensi keturunan gemuk, yakni pemberian air susu ibu (ASI). ASI bisa mematikan kromosom yang membuat anak berpotensi gemuk. ”Anak ASI itu biasanya tidak obesitas,” tuturnya.

Ketua Perhimpunan Pakar Gizi (Pergizi) Pangan Jatim Annis Catur Adi juga menanggapi kondisi Aria. ”Ini sudah overobesitas, kelas berat,” tegasnya. Mengenai prestasi akademis Aria yang bagus, menurut Catur, hal itu wajar saja. ”Obesitas tidak akan memengaruhi kecerdasan anak,” ujarnya.

Aria tetap bisa berprestasi. Dengan kasus itu, Annis menyebut pentingnya kontrol orang tua. ”Anak gemuk tidak boleh lagi diasumsikan sebagai anak lucu,” katanya memperingatkan.

Di sisi lain, spesialis bedah toraks kardiovaskuler RSUD dr Soetomo Prof dr Paul Tahalele SpBTKV me­nyatakan, keluhan sulit berjalan yang dialami Aria bisa menjadi pertanda masalah jantung. Menurut dia, obesitas memang membebani jantung. Kerja jantung lebih berat. Tandanya, jantung akan membesar, lalu terasa sesak di dada. Jika dibiarkan, bisa terjadi gagal jantung. ”Anak kecil beratnya segitu sudah tidak sehat untuk jantung,” tegasnya. (yfn/lyn/nir/c5/kim/rie)

Untuk Anda
Terbaru