banner

Inovasi Tingkatkan Potensi Pajak

darikita 27 Agustus 2018
MENINGKAT SIGNIFIKAN: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kanan) bersama Kepala BPPD Ema Sumarna memberikan pemaparan mengenai inovasi e-Satria berupa Aplikasi smarphone khusus untuk memudahkan para Wajib Pajak (WP).
vertical banner

BANDUNG – Beragam inovasi untuk meningkatkan pendapatan bagi Kota Bandung terus dilakukan oleh Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD).

Kepala Dinasi BPPBD Ema Sumarna mengatakan, pendapatan diperoleh ada empat sumber di antaranya pajak daerah, retribusi daerah, laba dari badan usaha milik daerah (BUMD), dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Menurutnya, pajak daerah menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap PAD Kota Bandung. Berdasarkan catatan, kontribusi pajak daerah ke PAD berada di angka sekitar 86 persen. Sementara sisanya disumbang dari retribusi, laba BUMD, dan pendapatan lain-lain asli daerah yang sah.

’’Jadi karena merupakan penyumbang terbesar kami terus menggenjot perolahan pajak daerah dengan inovasi dilakukan BPPD untuk mendongkrak perolahan pajak di Kota Bandung,”jelas Ema ketika ditemui belum lama ini.

Menurutnya, memanfaatkan pendekatan teknologi dengan merilis aplikasi e-Satria (Self Assessment Tax Reporting Application). Sehingga, dengan aplikasi ini para wajib pajak (WP) dappat melakukan pengawasan atas pelaporan data transaksi usaha wajib pajak melalui sistem online.

Aplikasi ini juga WP dari sektor self-assessment tax melunasi kewajibannya, di antaranya pajak restoran, pajak hotel, pajak hiburan, pajak parkir.

Melalui aplikasi ini juga memutus sistem transaksi tatap muka. Sehingga wajib pajak dengan pegawai yang kerap menjadi celah pungli tidak saling bertemu.

” Jadi WP sudah tidak perlu lagi datang ke kantor, artinya mereka bisa malaporkan uang pajak dari mana saja. Mau di tempat kerjanya, dari rumah, mau di tempat rekreasi, itu boleh asalkan membawa bukti-bukti yang di upload,” ujar Ema.

Menurut Ema, melalui aplikasi ini, wajib pajak hanya perlu teregistrasi terlebih dahulu dalam sistem. Setelah itu, bisa langsung membayar pajak secara online.

“Bayarnya langsung ke Bank jadi tidak ada antrian di kantor kami. Tidak ada interaksi antar petugas pajak, dan bisa dilakukan di mana saja. Semuanya serba transparan dan akuntabel,”kata dia.

Selama dua tahun berjalan, penggunaan aplikasi e-Satria ini berdampak positif terhadap pendapatan daerah Kota Bandung. Pada tahun 2017 tercatat ada 1.357 pengguna E-Satria. Jumlah ini kemudian meningkat pesat di tahun 2018 dimana hingga bulan Juli saja tercatat ada 3.357 pengguna.

Dia mengatakan, E-Satria ini aplikasi fase keempat dalam perkembangan layanan pajak online yang berbasis web, khususnya untuk melayani para wajib pajak self assess. Memang belum 100 persen semua WP menggunakan aplikasi, tapi efeknya sangat positif. Alhamdulillah aplikasi ini juga memperoleh apresiasi dari Kementerian PAN-RB sebagai salah satu dari Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

’’Dari 2500 sekian inovasi, ternyata kita masuk terseleksi top 99 inovasi pelayanan publik,” pungkas Ema. (bbs/yan)

Untuk Anda
Terbaru