darikita.com, SUMUR BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung kembali akan melakukan kerja sama dengan investor Perancis. Sebelumnya, Perancis telah dua kali membantu studi pembangunan Kota Bandung, seperti area Stasiun Kebon Kawung dan pengembangan Sustainable Smart City.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, Perancis termasuk negara yang paling baik hati ke Bandung. ”Dia menyumbangkan dana untuk studi pembangunan. Sudah berlangsung dua proyek,” kata Emil- sapaan Ridwan Kamil- saat menerima beberapa perwakilan perusahaan multinasional asal Perancis yang didampingi Wakil Duta Besar Perancis di Jakarta Charles-Henri BROSSEAU, di Pendopo, kemarin (1/2).
Karenanya, Emil menyambut baik kedatangan para pengusaha Perancis tersebut. Emil memberi peluang luas pada mereka untuk berinvestasi di Kota Bandung. Namun demikian Emil mengaku belum bisa memastikan nilai investasi yang akan direalisasikan oleh para investor Perancis tersebut.
Menurut dia, pertemuan ini untuk menjajaki potensi kerja sama di berbagai bidang. ”Kami mengenal Bandung sebagai kota berbasis smart city. Bandung telah ditetapkan UNESCO sebagai kota desain dan tengah mengembangkan infrastruktur di berbagai bidang, seperti transportasi, telekomunikasi, energi, dan lain-lain,” ucap Wakil Duta Besar Perancis untuk RI Charles-Henri BROSSEAU.
Wakil Duta Besar tersebut mendatangkan perusahaan-perusahaan multi nasional asal negerinya untuk berinvestasi di Kota Bandung. Tidak kurang perusahaan besat seperti Suez, Vinci Energies, 3DExperience, CNIM, Parkeon, RATPDev Transdev ASIA (RDTA), AFD, dan Engie ikut bergabung dlam rombongan tersebut.
”Kehadiran kami selaras dengan apa yang tengah dijalankan oleh Kota Bandung. Yakni peningkatan kualitas infrastruktur berbasis teknologi untuk pelayanan publik,” kata Charles.
Kedatangan para pengusaha tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara City of Tomorrow Bandung yang digagas oleh Business France, lembaga nasional Perancis yang mendukung perkembangan ekonomi internasional negara tersebut.













