Dia menilai hasil survei ini mengejutkan. Sebab, masih masih memunculkan nama cagub yang menjadi langganan lembaga survei seperti Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), Deddy Mizwar (Wakil Gubernur Jawa Barat), dan Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta).
”Ketiganya tetap memiliki popularitas berada pada persentase tinggi sudah dapat diduga karena merekalah yang sering muncul di media, baik media massa maupun media luar ruang,” kata Agus.
Apalagi, Ridwan Kamil sudah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Gubernur dari Partai NasDem. Pun munculnya nama Dede Yusup (mantan Wagub Jabar) yang sekarang menjadi anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka (calon Gubernur 2013) yang juga anggota DPR RI dan Nurul Arifin, artis senior yang juga anggota DPR RI. ”Mereka wajar dikenal karena sudah berinvestasi politik yang cukup lama,” tambah Agus.
Sementara itu, Juru Bicara Tim Peneliti, Dr Andang Saehu menambahkan, survei itu diselenggarakan dari 20 Maret sampai 1 April 2017. Di antara ke-13 nama tersebut, Iwa Karniwa satu-satunya nama yang muncul dari kalangan birokrat.
Kendati kemunculanannya bukan merupakan fenomena baru karena pada sejumlah Pilkada di seluruh Indonesia. Temasuk pada Pilkada kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat, terdapat sejumlah mantan sekretaris daerah yang terpilih menjadi kepala daerah dan sukses memimpin daerahnya.
Dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 pun, muncul nama Lex Laksamana yang berpasangan dengan Dede Yusup menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Barat walaupun terkalahkan oleh pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar.
Survei PSS UIN menunjukan dalam kategori persepsi masyarakat Jawa Barat terhadap kelayakan untuk menjadi Gubernur Jawa Barat. Di antara ke-13 nama tersebut, Ridwan Kamil masih melejit berada pada 55,11 persen, diikuti Deddy Mizwar 16,30 persen, Dede Yusup 11,68 persen, Dedi Mulyadi 6,17 persen, Iwa Karniwa 2,55 persen, dan nama-nama lainnya yang rata-rata di bawah 1persen













