banner

Jalan Mantap Dorong Ekonomi

darikita 30 Januari 2016
RAIH PRESTASI: Salah satu penghargaan yang diterima oleh Dinas Bina Marga Jawa Barat terkait dengan pemeliharaan jalan
vertical banner
Pembangunan Jalan dan Jembatan Layang Bantu Dongkrak Kinerja

darikita.com,  Permasalahan transportasi di suatu wilayah akan berdampak terhadap berbagai aspek. Sebab, transportasi merupakan unsur penting dan berfungsi sebagai urat nadi kehidupan dan perkembangan ekonomi, sosial, politik dan mobilitas penduduk.

Dengan alasan tersebut, penyediaan infrastruktur suatu wilayah harus dilaksanakan agar menjadi pembukaan akses dan mendukung kegiatan produksi, ekonomi, dan sosial. Tak salah jika, pengembangan infrastruktur menjadi komponen penting dalam pengembangan suatu wilayah.

Menurut Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat Guntoro, transportasi ideal adalah jaringan transportasi yang aman terintegrasi yang mendukung regenerasi sosial dan ekonomi.

Memastikan akses yang baik untuk semua lini, kata dia, diselaraskan dengan sistem operasioanl dengan standar tinggi. Tujuannya, untuk melindungi lingkungan dan menjamin kualitas hidup, untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya. Oleh karena itu, pihaknya akan meningkatkan pembangunan di beberapa jalan yang ada di Jabar hingga menjadi jalan Mantap.

’’Dengan rusaknya infrastruktur jalan raya, maka mobilitas penduduk dan distribusi barang menjadi terkendala. dampak kerusakan infrastruktur jalan raya di wilayah Jabar sangat memengaruhi perekonomian masyarakat maupun pemerintah daerah,’’ katanya kepadaBandung Ekspres.

Baiknya penyediaan infrastruktur jalan salah satunya akan berdampak kepada bidang perekonomian, baik perekonomian daerah maupun perekonomian masyarakat. Transportasi dan ekonomi memiliki hubungan keterkaitan yang jelas. Secara luas, transportasi memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi. Transportasi memegang peranan penting dalam usaha mencapai tujuan-tujuan pengembangan ekonomi tersebut.

Guntoro mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi yang statis dalam masyarakat disebabkan karena akses jalan yang buruk. Sehingga, usaha-usaha ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi suatu keluarga tidak dapat tercapai dengan baik. Pendapatan masyarakat yang menurun juga bisa disebabkan oleh akses jalan yang sulit, sehingga mobilitas manusia dan barang terhambat.

’’Untuk mengatasi kemacetan pada jalur ekonomi dan sentra ekonomi, telah dibangun peningkatan dan pelebaran jalan sepanjang 352 km, di Jalan Abdul Halim Majalengka, Jalan Raya Dayeuhkolot dan jalan Bojongsoang. Serta di cekungan Bandung dibangun flyover Buah Batu, Kopo, dan flyover Cimareme,’’ ungkap Guntoro.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah memperbaiki dan membuat beberapa jalan alternatif dan juga jembatan di setiap daerah. Hal ini dilakukan salah satunya karena Jawa Barat sebagai daerah yang berdekatan langsung dengan Ibu Kota Negara, Jakarta.

’’Tentu saja Jawa Barat berperan sebagai ‘Agent Of development’ (agen pembangunan bagi pertumbuhan nasional),’’ paparnya.

Lebih lanjut Guntoro menegaskan, berkat kerjasama yang baik dengan semua pihak dalam membangun Jawa Barat, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat berhasil meraih berbagai prerstasi dari pemerintahan pusat. Antara lain; Peringkat III penilaian kinerja pemerintahan daerah bidang pengelolaan jalan dan jembatan 2009; Peringkat II dalam pengelolaan jalan dan jembatan 2010.

Kemudian, penghargaan dari Kementrian PU atas pembangunaan jalan lingkar Nagreg 2011; Peringkat II kinerja pemerintahan dalam bidang pengelolaan jalan dan jembatan; Peringkat I kinerja pemerintahan daerah dalam bidang pekerjaan umum sub bidang Bina Marga, dan masih ada prestasi yang diraih oleh Dinas Bina Marga.

’’Tentu saja semua prestasi yang kami raih ini hasil dari kerja keras kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Barat,’’ pungkasnya. (adv/dn/far)

Untuk Anda
Terbaru