darikita.com, Menjelang lebaran, banyak segelintir warga Bandung yang mendadak menerima jasa penukaran uang. Sekitaran balai kota dekat Taman Vanda, mereka jajakan lapaknya. Dibawah terik matahari, berdiri sambil melambaikan beberapa “gepok” uang untuk ditukar. Mulai dari pecahan Rp. 5000 sampai dengan Rp. 20.000.
Siang hingga menuju malam, mereka tetap berdiri atau duduk sambil tetap melambaikan uang. Heri salah satunya. Ia mengaku, selalu menawarkan jasanya dari jam 11.00 sampai 18.00 WIB. “Kalo tanggal segini emang masih sepi, tapi kayaknya besok atau lusa udah mulai rame soalnya banyak yang udah nerima THR sama gaji,” ucapnya.
Heri mengatakan bahwa dirinya hanya untung 10% saja, itu pun bakal dibagi lagi dengan atasannya. “Jadi untungnya dibagi dua lagi sama atasan, uang pun asalnya dari dia (atasan) jadi harus tetep dibagi,” lanjutnya.
Menurut Suhendar salah satu warga Bandung yang juga bekerja sebagai satpam di balai kota mengungkapkan, bahwa penukaran uang tersebut lebih simple dan cepat. ” Kalau dibandingnya dengan bank, yang dijalanan ini lebih cepat dan simple. Tapi ada lebihnya, jadi dari kita nuker Rp. 200.000 harus bayar Rp. 220.000,” jelasnya.
Dilain tempat, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menyediakan uang pecahan untuk kebutuhan lebaran sebesar Rp. 14,44 triliun. Rosmaya Hadi selaku Kepala BI Perwakilan Jabar menuturkan, bahwa untuk penukaran uang saat ramadhan bisa dilakukan 69 kantor cabang Bank dan 22 kantor BPR.
“Selain itu, KPwBI provinsi Jabar terus melakukan edukasi secara intensif baik diperkotaan maupun di desa-desa untuk memberikan informasi terkait keaslian ciri-ciri uang Rupiah,” lanjutnya.
Kota Bandung sendiri BI turut membuka loket di daerah Ahmad Yani, Soekarno Hatta, Asia Afrika, Dewi Sartika dan Leuwipanjang. Upaya kerjasama ini sudah dilakukan dari 2014 lalu. (Ravi/dk)













