
Ilustrasi. Menanti Pilkada pada 9 Desembaer mendatang, Pihak Polres Bandung dan jajarannya telah mempersiapkan pengamanan.
darikita.com, Polres Bandung dan jajarannya terus mempersiapkan penamanan jelang pelaksanaan pilkada serentak 9 Desember nanti. Polres Bandung terus melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KUP) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bandung. Nantinya, pada 18 Agustus akan dilakukan sistem pengamanan kota di depan Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung, Soreang.
Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan dan pihaknya akan menundang rapat para penyelnggara pilkada. “Persiapan pengamanan terus kami lakukan bersama Brimob. Latihan terus berlangsung, hingga akhir pekan depan akan ada pekan Dalmas. Dan saat ini kami tinggal menunggu titik-titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari KPU,” ujarnya.
Lanjutnya, ada dua kemungkinan potensi rawan konflik. Politisi dan geografis. Namun penentuan titik rawan akan dilakukan setelah penetapan pasangan calon. Personel yang diturunkan berjumlah hampir 2000 gabungan dari Polres Bandung, BKO 2 SSK Kompi Brimob PHH dan Sabhara Polda Jawa Barat.
“Nanti skenarionya bisa diketahui pada 18 Agustus. Kami akan buat skenario real sesuai eskalasi tingkatan kejadian yang mungkin terjadi. Untuk setiap tahapan, personel yang diturunkan juga berbeda, yang paling utama saat pencoblosan nanti bisa sampai 2/3 personel,” paparnya.
Erwin tak lupa menghimbau kepada warga, bila menemukan kampanye hitam agar langsung disampaikan secepatnya ke pihak berwenang. Supaya ditelusuri kebenarannya. (Ravi/dk)













