banner

Jelang Puasa, Pedagang Petasan Mulai Marak

darikita 4 Juni 2015
vertical banner

darikita.com, RENGASDENGKLOK – Menjelang datangnya bulan suci ramadan, para pedagang petasan musiman mulai ramai bermunculan di sekitar pinggiran jalan Pasar Rengasdengklok. Bahkan bukan hanya di Pasar Rengasdengklok saja, pedagang petasan mulai ramai mengelilingi wilayah monumen Tugu Proklamasi Rengasdengklok.

Mereka seolah-olah merasa bebas menjual barang dagangan mereka, padahal penjualan petasan tersebut merupakan penjualan yang dilarang, pasalnya tidak sedikit  korban yang diakibatkan oleh petasan.

Salah seorang penjual petasan, yakni Husen (38), yang biasa mangkal di sekitar Jalan Raya Rengasdengklok, mengatakan, bahwa dirinya memang selalu berjualan petasan di kala hendak puasa atau lebaran dan tahun baru, pasalnya menurut dirinya menjual petasan di kala bulan-bulan tersebut dapat meraup keuntungan yang lumayan besar.

“Saya menjual petasan hanya di bulan-bulan tertentu saja, misalnya di kala hendak datang bulan puasa, lebaran atau di kala pergantian tahun, karena penjualan petasan pada bulan tersebut saya bisa meraup keuntungan yang lumayan besar,” tutur Husen.

Berbagai petasan yang dijual oleh Husen, bervareatif harga dan jenisnya, bahkan ada yang harganya seribu sampai mencapai puluhan ribu rupiah dan itu pun tergantung ukuran yang terdapat dalam petasan tersebut.

Kendati melakukan penjualan petasan itu dilarang oleh pihak petugas keamanan, Husen masih tetap melakukannya. Pasalnya menurut dirinya berjualan petasan dibilang lumayan keuntungannya di saat menjelang musim datangnya bulan puasa.

“Saya juga tahu, kalau menjual petasan itu dilarang oleh pihak petugas keamanan, namun mau apa dikata. Menjual petasan merupakan profesi musiman yang sudah saya geluti setiap tahunnya. Dan kalau saja ada razia dari pihak kepolisian, tentunya saya juga akan lari membawa barang dagangan saya untuk ngumpet, yah tak ubahnya main petak umpet saja dengan petugas,” tandas Husen.

Untuk Anda
Terbaru