banner

Junjung Tinggi Moralitas Bangsa

darikita 24 Agustus 2015
ATEP KUSMAN/SOREANG EKSPRES MOTIVASI TINGGI: Anggota Komisi X DPR-RI dari Partai Hanura H. Dadang Rusdiana SE.M.Si yang akrab disapa Darus (tengah) berfoto bersama guru dan siswa SMAN 1 Pangalengan usai Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Minggu (23/8).
vertical banner
ATEP KUSMAN/SOREANG EKSPRES MOTIVASI TINGGI: Anggota Komisi X DPR-RI dari Partai Hanura H. Dadang Rusdiana SE.M.Si yang akrab disapa Darus (tengah) berfoto bersama guru dan siswa SMAN 1 Pangalengan usai Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Minggu (23/8).
ATEP KUSMAN/SOREANG EKSPRES
MOTIVASI TINGGI: Anggota Komisi X DPR-RI dari Partai Hanura H. Dadang Rusdiana SE.M.Si yang akrab disapa Darus (tengah) berfoto bersama guru dan siswa SMAN 1 Pangalengan usai Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Minggu (23/8).
Untuk Mewujudkan Cita-Cita Besar Nasional

darikita.com, Siswa harus belajar dan menjunjung tinggi moral demi mewujudkan cita-cita bangsa yang besar. Dengan kejujuran, niscaya kemajuan bangsa yang diinginkan dapat terwujud. Apalagi, pemerintahan sekarang mengedepankan revolusi mental yang berpegang pada Trisakti, sesuatu yang dicetuskan oleh Presiden Ir. Soekarno. Di dalamnya tertera paham mengenai berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, berkepribadian secara sosial budaya yang mengedepankan Ketuhanan Yang Maha Esa.

MOTIVASI: Dadang Rusdiana memberikan semangat pada para siswa dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia.
MOTIVASI: Dadang Rusdiana memberikan
semangat pada para siswa dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia.

Pancasila sebagai landasan dasar falsafah yang harus dianut, diimplementasikan melalui butir-butirnya untuk diamalkan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. ’’Kita mengikuti alur Trisakti. Jadi kita harus bermimpi menjadi orang yang sukses, membangun dimulai dari diri kita masing-masing,” ungkap anggota Komisi X DPR-RI dari Partai Hanura H. Dadang Rusdiana SE.M.Si usai Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri ratusan siswa SMAN I Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu (23/8).

Menurutnya, hal ini bagian penting dalam membangun bangsa agar menjadi besar. Sebagai orang yang mempunyai nilai nasionalisme, tentunya akan menjunjung tinggi nila demokrasi yang benar. Maka, sebagai pelajar itu harus menunjukan orang yang terpelajar, tidak boleh saling menghinakan, apalagi menjelek-jelekkan. ’’Kita berangkat dari Pancasila, mengamalkan nilai luhur Pancasila, menuju Pancasila. Saya sarankan kepada guru apabila ada anak yang punya cita-cita besar itu harus kita dorong, harus kita gerakkan melalui Pancasila,’’ kata Darus-sapaan akrabnya.

Pria asal Desa Pinggirsari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung ini sedikit mengulas ke belakang soal riwayat hidupnya. Ketika itu, dia masih menjadi guru honorer, lalu mencalaonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung. ’’Saat itu, saya meraih suara terbanyak dengan 43 ribu suara yang hingga kini tidak terpecahkan sampai menduduki kursi ketua dewan. Hal itu saya capai berkat menjunjung tinggi visi yang optimis dengan nilai luhur Pancasila dibarengi dengan kemampuan,’’ ucapnya.

Manusia diciptakan berbangsa, bersuku, dan bernegara, sehingga satu sama lain saling mengenal juga menghormati. Dengan keberanian, masyarakat harus berubah dan harus punya misi pancasilais. Dia mencontohkan, ada 200 perusahaan berskala internasional yang dipanggil dan mendapat pertanyaan ’kenapa bisa berhasil sehingga usahanya menembus skala internasional? ’ kemudian mereka menjawab ’karena menjunjung tinggi moralitas, yakni kejujuran’. ’’Nah, apabila kita ingin mewujudkan bangsa menjadi bangsa yang besar, maka harus menjunjung tinggi moralitas, supaya kembali meraih kejayaan pemerintahnya dan makmur rakyatnya,’’ urainya.

Melalui sistem pendidikan nasional, haruslah memiliki visi menjadi manusia yang pancasilais dengan memegang teguh sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu menandakan sebagai warga beragama. Sila itu menjadi napas dalam kehidupan kita. Sebab, negara bisa kuat, kalau fondasi dasar pilarnya kuat. ’’Kita mencoba mengadakan sosialisasi empat pilar di sekolah, karena moral anak saat ini dipandang jauh dari nilai dan norma Pancasila. Semangat keagamaan juga hanya sebatas mayoritas bukanlah dituntut untuk melaksanakan sebagai kewajiban, maka dengan sosialisasi kepada siswa SMA ini diharapkan supaya siswa lebih baik,” tegasnya.

Dirinya juga menitahkan, sebagai seorang terdidik harus memiliki rasa saling menghargai, menghormati dalam membangun moralitas bangsa agar semakin maju. ’’Jangan sampai siswa sekarang ini terlibat dengan anggota geng motor. Pemuda tidak saling mencederai atau saling menyakiti,” tukasnya.

Selain itu, pelajar juga mesti dikenalkan dengan demokrasi, di antaranya diarahkan menjadi pemilih yang cerdas serta memilih calon yang baik. ’’Nanti kita akan ada pilkada serentak yang dilaksanakan 9 Desember. Silahkan siswa yang sudah 17 tahun memberikan hak pilihnya dengan diberikan pengetahuan yang baik oleh gurunya. Sebab pelajar juga ikut bertanggung jawab, untuk ikut andil bagian dalam membela masyarakat,” serunya.

Kegiatan yang melibatkan siswa SMA ini akan kembali dilaksanakan. Pasalnya, di tingkat perguruan tinggi juga masyarakat sudah kerap dilangsungkan. Sedangkan, untuk tingkat sekolah menengah, program sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan baru saja diadakan.

Pihak SMAN 1 Pangalengan mengaku senang, karena baru kali ini dikunjungi oleh legislator dari pusat. Saking bahagia, bukan hanya sekolah yang menyambut kedatangan sang legislator, melainkan Kecamatan Pangalengan turut serta di dalamnya.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Pangalengan Saimon menyatakan, bila ajang sosialisasi ini sangat baik, dengan adanya ini diharapkan dapat mengingatkan kembali para siswa sebagai kader penerus bangsa untuk terus mengamalkan nilai Pancasila. (aku/vil)

Untuk Anda
Terbaru