banner

Kelola Sampah TPA Sarimukti, Tiongkok Gelontorkan 800 Juta Dolar

darikita 20 Mei 2016
ISTIMEWA BEBERSIH: Petugas mengumpulkan sampah yang masih bisa digunakan di TPA Sarimukti. Perusahan besar Tiongkok tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Bandung Barat untuk pengolahan sampah, termasuk pengelolaan air bersih
vertical banner

Sementara itu, Profesor Kunbai Chen menjelaskan, kedatangannya ke Kabupaten Bandung Barat untuk jalin kerja sama yang sebelumnya sudah dituangkan dalam MoU. Dipilihnya Kabupaten Bandung Barat, kata dia, karena respon pemerintahanya positif terhadap teknologi yang ditawarkan Tiongkok. Bisa menjadi pilot project untuk menangani sampah, dan limbah secara modern.

Lebih jauh dia menerangkan, tujuan dari berinvestasi di Kabupaten Bandung Barat sekaligus membantu mengubah lingkungan hidup menjadi jauh lebih baik, terutama menyangkut sampah dan air. Di negara berkembang sampah dan buruknya kualitas air selalu menjadi persoalan serius. ’’800 juta dolar AS itu bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan. Maka dari itulah kami akan mengunjungi TPA Sarimukti  sebagai persiapan pra-FS. Teknologi yang digunakan berasal dari Jerman, bukan buatan Tiongkok. Tidak menimbulkan polusi tapi ramah lingkungan,” tegas Chen.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat Anugrah mengatakan, kedatangan investor Tiongkok dalam mengelola sampah memberi angin segar bagi Kabupaten Bandung Barat di dalam pengelolaan sampah. Pasalnya, TPA Sarimukti yang menjadi satu-satunya lokasi pembuangan sampah tidak hanya bagi Kabupaten Bandung Barat, tapi juga Kota Cimahi, dan Kota Bandung akan berakhir masa pakainya pada tahun 2018. ’’Kedatangan mereka untuk memberikan teknologi canggih sekaligus melakukan investasi di sini,’’ pungkasnya. (drx/vil)

Untuk Anda
Terbaru