banner

Keluarga Berduka, Tapi Bangga

darikita 23 Maret 2016
IMAM HUSEIN/JAWA POS ANAK KORBAN: Seorang anak kecil melihat foto salah satu korban dari jatuhnya Helikopter TNI AD jenis Bell 412 EP saat melayat pada acara persemayaman di Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa (22/3).
vertical banner

TNI Santuni Rp 400 Juta Per Keluarga

darikita.com, Isyana Satya Putri berusaha tersenyum, saat Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi menyalaminya di atas kursi roda kemarin (22/3). Dia tetap memeluk erat foto sang suami, Mayor CPM Anumerta dr Yanto, SpOT, di samping peti jenazah yang tertutup bendera merah putih, di hanggar Skuadron 17 TNI AU Halim Perdanakusuma.

Kemarin, seluruh korban jatuhnya Helly Bell 412 EP No HA-5171 di Poso disemayamkan di hanggar tersebut. Presiden yang tiba sekitar pukul 11.40, langsung menyalami satu persatu keluarga para korban, termasuk Isyana yang sedang mengandung jelang tujuh bulan. Anak tersebut merupakan buah pernikahannya dengan Yanto pada 13 September 2015. ’’Dia sempat bilang mau pulang tanggal 24 (Maret) untuk tujuh bulanan,’’ tutur mertua Yanto, Miranti.

Dalam upacara persemayaman itu, Presiden tidak berpidato. Usai memberikan belasungkawa secara pribadi, Jokowi memberi penghormatan kepada para jenazah dengan cara membungkukkan badan. Sesaat kemudian, Jokowi secara perlahan meninggalkan hanggar karena akan terbang ke Pontianak.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menuturkan, pihak keluarga mengapresiasi kedatangan presiden dalam upacara tersebut. ’’Hal yang sangat luar biasa, Presiden memerintahkan untuk dimakamkan di taman makam pahlawan, tempat pemakaman yang diharapkan setiap prajurit TNI,’’ tutur Gatot.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot meminta masyarakat agar tidak meragukan TNI dan Polri dalam mengemban tugas negara. ’’Memang, para keluarga berduka di dalam, tapi ada sebersit kebanggaan,’’ lanjut mantan Pangdam V Brawijaya itu.

Dia kembali menegaskan komitmen bersaa TNI dan Polri bahwa Operasi Tinombala akan terus dilakukan sampai seluruh anggota kelompok Santoso tertangkap. Di luar itu, dia mengemukakan bahwa Asabri memberikan santunan kepada keluarga korban sebesar Rp 400 juta per keluarga. Ditambah dengan santunan untuk anak-anak sebesar Rp 30 juta rupiah per anak.

Sebelumnya, Sertu Bagus Rizka Perdana, 27, salah satu korban kecelakaan pesawat  helicopter TNI AD Bell 412 EP dengan nomor lambung HA 5171 akan dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata. Sebelumnya, warga Perumahan Kencana, Jalan Anyelir 2 nomor 23, Kelurahan Rancaekek, Kecamatan Rancaekek, tersebut telah diberangkatkan dari Poso, kemarin (21/3).

Tante korban, Ai nurjanah, 42, mengatakan, orang tua korban serta keluarga sudah berangkat ke Pondok Cabe Jakarta, kemarin (21/3) sekitar pukul 02.00. Hal tersebut dilakukan setelah pihak keluarga mengonfimasi kebenaran prihal kabar tewasnya 13 orang yang berada di helicopter yang jatuh saat memburu jaringan Santoso, Minggu (20/3).

”Almarhum Bagus diberangkatkan dari Poso sejak Senin pagi, makanya kedua orang tua kandung almarhum berangkat untuk menunggu datangnya jenazah. Sebab, semua korban ledakan pesawat dimakamkan di Makam Pahlawan Kalibata,” kata Ai di rumah duka.(byu/rie)

Untuk Anda
Terbaru