banner

Keracunan Masal, Pasien Telantar

darikita 17 Mei 2016
Ikbal Selamet/cianjur ekspres PASIEN TELANTAR: Puluhan korban keracunan dirawat di RSUD Cianjur dengan kondisi darurat dan telantar, kemarin (15/5).
vertical banner

”Kami masih menelusuri, penyebabnya masih belum bisa dipastikan, apakah memang dari nasi kotak atau bukan. Tapi sampel makanan sudah dibawa. Kasus ini juga belum ditetapkan KBL atau tidak,” tandasnya.

PARA korban keracunan asal Kampung Kebonpeuteuy mengeluhkan pelayanan RSUD Cianjur yang dinilai buruk. Pasalnya mereka tidak diperhatikan dan dilayani secara serius.

Imas, 40, salah seorang korban keracunan, menjelaskan, sejak datang ke RSUD pada pukul 02.00, dirinya hanya diinfus, sementara sampai pukul 09.00 kondisinya tidak diperiksa lagi oleh perawat ataupun dokter. ”Tidak tahu kenapa, seperti dibiarkan saja. Inginnya kan diperiksa oleh dokter, ditentukan penanganannya terus dilihat apakah sudah baikan atau belum, bukannya dibiarkan,” kata dia.

Dari pantauan Cianjur Ekspres, sebanyak 21 pasien tersebut masih terlihat pucat setelah mengalami keracunan. Mereka ditempatkan di ujung lorong IGD, tepatnya di jalan menuju ruangan lain di RSUD Cianjur.

Sebagian anak terlihat berdiri sambil mengenakan infusan di tangannya. Bahkan seorang anak bernama Muhammad Soparudin, 7, mencabut sendiri selang dan jarum infusan lantaran tidak berfungsi. Infusan tersebut dibuang ke saluran air di dekat blankarnya. ”Karena tidak diperhatikan dan tidak dilayani, pasien jadi seperti ini,” kata orangtuanya.

Salah seorang penjaga yang enggan menyebutkan namanya mengatakan para pasien ini rencananya akan dirawat sampai hari ini. (bay/rie)

Untuk Anda
Terbaru