banner

Konsep 3R Paling Ampuh

darikita 19 Juni 2015
Istimewa DAUR ULANG: Program bank sampah yang mulai dijalankan di beberapa daerah, menjadi tempat pengaplikasian konsep 3 R.
vertical banner
Istimewa DAUR ULANG: Program bank sampah yang mulai dijalankan di beberapa daerah, menjadi tempat pengaplikasian konsep 3 R.
Istimewa
DAUR ULANG: Program bank sampah yang mulai dijalankan di beberapa daerah, menjadi tempat pengaplikasian konsep 3 R.
Minimalisir Sampah di Lingkungan Sekitar

darikita.com, SOREANG – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengenalkan cinta lingkungan kepada generasi muda. Seperti yang dilakukan oleh Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Bandung dengan mengadakan Lomba Pidato mengenai lingkungan.

Lomba yang menjadi agenda tahunan tersebut diselenggarakan setiap memperingati Hari Lingkungan Sedunia. Tahun ini menginjak tahun keempat yang diikuti oleh siswa-siswi dari 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Bandung dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang.

Tema lingkungan yang harus disampaikan para peserta kali ini, menurut Kepala BPLH Kabupaten Bandung Atih Witartih, di antaranya mencakup tentang bagaimana peranan masyarakat dalam mengelola sampah, menjaga dan memelihara kebersihan Sungai Citarum serta sejauh mana menyikapi dampak dari pemanasan global.

Atih menilai, lomba pidato lingkungan tersebut bisa dijadikan ajang kompetensi siswa dan menimba ilmu untuk mengasah keberanian tampil di depan umum. Apa yang tertuang dalam konsep pidato masing-masing siswa, kata Atih, secara tidak langsung telah membantu Pemerintah Daerah untuk membantu menginformasikan tentang bagaimana masyarakat bisa menyikapi isu lingkungan yang semakin hari semakin kompleks.

’’Lomba hanya sekedar media saja, yang terpenting adalah aplikasi nyata dari para pelajar ini ketika berbaur di tengah masyarakat. Hal terkecil yang kadang dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar adalah membuang sampah sembarangan ke sungai. Minimal setelah mengikuti kegiatan tersebut mereka bisa saling berbagi informasi di lingkungan kesehariannya, betapa pentingnya menjaga lingkungan,’’ ungkap Atih belum lama ini.

Hasil lomba memutuskan, Juara I diraih oleh Gita Ayudhia Fitriani dari SMP Negeri 1 Pangalengan, posisi kedua diduduki oleh Siska Yuhira dari SMP Negeri 1 Cimaung dan disusul di peringkat ketiga oleh Kamila Putri Hidayat siswi SMP Negeri 3 Ciparay.

Ketiga pelajar berprestasi ini dipandang layak menjadi juara, karena masing-masing memang memenuhi kriteria penilaian yang telah ditentukan. Antara lain mampu menguasai materi, penyampaian materi bagus, komunikatif, materi yang disampaikan relevan, interaksi dengan audience pun baik. ’’Dan yang paling prioritas menjadi penilaian adalah, ketiga peserta ini mampu berorasi tanpa menggunakan teks,’’ ujar salah satu tim penilai, Achmad Kosasih sebagai Pejabat Humas Setda Kabupaten Bandung.

Bicara tentang sampah, yang terlintas di benak kita pasti sesuatu yang kotor, menimbulkan aroma bau tak sedap, menjijikan dan menyusahkan. Jika pada musim hujan, sampah bisa menjadi biang penyebab banjir karena membuat saluran air, pintu air dan selokan mampet.

Sampah pun dianggap musuh terbesar dan tidak berguna, dibuang hingga menciptakan tumpukan yang menjadi sarang penyakit serta mencemari lingkungan.

Namun bagi Gita Ayudhia Fitriani, jika sampah diolah dengan baik dan benar, menurut siswi kelas VIII di SMP 1 Negeri Pangalengan bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menjadi sahabat. Salah satu caranya menurut dia melalui metode pengelolaan sampah 3R, yakni Reuse (penggunaan kembali), Reduce (mengurangi sampah) dan Recycle (mendaur ulang).

Sampai, sekarang metode 3R dalam pandanganya masih menjadi cara terbaik untuk mengelola dan menangani sampah dengan segala jenis permasalahannya. ’’Karena dengan metode ini, setiap orang bisa melakukannya dalam kegiatan sehari-hari,’’ ucap Gita Ayudhia ketika menerima Piala dan Piagam Penghargaan dari Bupati Bandung sebagai Juara I Lomba Pidato Lingkungan Tingkat SMP Se-Kabupaten Bandung Tahun 2015.

Secara singkat Gita menjelaskan, metode 3R cara yang sangat sederhana yang bisa dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, kapan saja dan tidak memerlukan biaya yang besar. Namun sistem 3R yang sederhana ini bisa memberikan dampak yang berarti dalam penanganan sampah yang sering menjadi permasalahan lingkungan.

Gita mencontohkan, untuk penerapan sistem 3R ini di sekolahnya dia dan teman-temannya sudah dididik untuk peduli dan membiasakan diri merawat dan memelihara lingkungan. ’’Misalnya hal yang paling mudah adalah memilah-milah sampah, kemudian mendaur ulang sampah organik dengan cara menggunakan bekas botol plastik air minum untuk dijadikan media pot tanaman. Jadi selain kita bisa mengurangi sampah, lingkungan kita pun bersih dan terjaga keasriannya,’’ pungkasnya. (mg15/far)

TAG:
Untuk Anda
Terbaru