darikita.com, PENGHARGAAN Bhakti Yudha Brama Jaya untuk Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang diberikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, merupakan prestasi kinerja yang dicapai Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran bangunan gedung publik, permukiman penduduk, pabrik/industri, sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan pengurangan resiko kebakaran.
Penghargaan itu, diterima Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial pada Apel Nasional HUT Pemadam Kebakaran ke- 97 yang diikuti seluruh dinas pemadam kebakaran Indonesia, di lapangan Simpang Lima, Semarang, belum lama ini.
Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyatakan, diraihnya prestasi level nasional tersebut, buah kinerja Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung, yang terus meningkat. ’’Saya berharap prestasi yang diraih mampu memotivasi pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Oded mengingatkan, harus ada peningkatan peran pemerintah termasuk masyarakat, dalam pencegahan kebakaran.
Senada dengan Wakil Wali Kota Bandung. Kepala Dinas Pencegahan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung Ferdy Ligaswara mengungkapkan, prestasi yang telah diraih menjadi motivasi untuk terus berupaya melakukan inovasi, kolaborasi dan sinergi dengan setiap lapisan masyarakat dalam penanggulangan kebakaran dan manajemen kebakaran. ’’Alhamdulilah Kota Bandung mendapatkan penghargaan Bhakti Yudha Brama Jaya. Prestasi itu secara khusus diberikan terkait manajemen bencana yang selama ini diisi dengan jurus-jurus kolaborasi dan partisipasi,’’ ucap Ferdi.
Ferdy berjanji, DPPK Kota Bandung, tidak berpuas diri. Untuk itu, pelayanan kepada masyarakat senantiasa akan terus ditingkatkan. ’’Dengan tidak berpuas diri, DPPK akan memberikan pelayanan lebih bersinergi, sehingga pelayanan lebih optimal,’’ tukas Ferdi.
Usai apel nasional HUT Damkar, acara dilanjut dengan Rapat Koordinasi Nasional Penguatan Kapasitas Pemda dalam Pengurangan Resiko Kebakaran di Daerah Kabupaten/Kota.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam memaparkan arah kebijakan Kementerian Dalam Negeri yang menekankan pengembangan kapasitas pemerintah daerah dalam pencegahan dan pemadaman kebakaran.
Dalam kesempatan sama, Wakil Wali Kota Bandung memberikan paparan best practice pencegahan dan penanggulangan kebakaran, khususnya di Kota Bandung.
Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menjadi pembicara mewakili Kota Bandung bersama dua kota lain dari Surabaya dan Kabupaten Siak, dengan mengusung tema ’Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah Dalam Pengurangan Resiko Kebakaran di Kabupaten dan Kota’.
Kegiatan yang berlangsung di sela rakornas tersebut merupakan bagian dari Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran ke- 97, dan diikuti dinas pemadam kebakaran seluruh Indonesia.
Dalam diskusi panel yang dimoderatori oleh Prof. Suprapto, Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial memaparkan strategi penanggulangan bencana kebakaran khususnya di Kota Bandung.
Oded mengungkapkan hal-hal yang menjadi strategi pemerintah dalam penanggulangan bencana kebakaran, di antaranya mengoptimalkan peran pemerintah internal di wilayah kota, juga wilayah perbatasan khususnya seputar Bandung Raya.
’’Pemkot Bandung menjalin hubungan baik dengan wilayah tetangga, sehingga ketika ada bencana kebakaran di wilayah kota Bandung, pemadam kebakaran dari kabupaten/kota lain datang dan saling membantu,” papar Oded.
Oded mengutarakan, ada lima hal yang dapat meningkatkan peran dinas kebakaran. Yaitu, menerapkan tiga pilar inovasi, desentralisasi dan kolaborasi, serta meningkatkan koordinasi antar lembaga, sistem komunikasi, proses penyuluhan, dan menjalin silaturahmi dengan wilayah perbatasan.
Oded menambahkan, beberapa hal sistem komunikasi dan koordinasi dalam penganggulangan bencana lewat Bandung Command Centre (BCC) yang terkoneksi hingga ke ke wilayah kecamatan, merupakan upaya yang sudah dan terus dilaksanakan.
Hal itu terbilang efektif, sambung Oded, terutama melalui pemberdayaan motor-motor penyiram tanaman di kewilayahan, yang juga dapat difungsikan menjadi alat pemadam pertama. ’’Sarana tersebut mampu menjangkau wilayah yang sulit diakses. Maka, belakangan menjadi solusi alternatif,’’ imbuh Oded. (edy)













