”Sampai saat ini, panlok 34 Bandung mencatat sebanyak 15 peserta berkebutuhan khusus telah mendaftar dan melapor ke sekretariat Panlok Bandung. Rinciannya, pendaftar berkebutuhan khusus tuna wicara satu orang, tuna netra tujuh orang, tuna rungu tiga orang, tuna daksa empat sehingga total 15 orang,” terangnya.
Sementara itu, di tempat berbeda, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran (Unpad) Arry Bainus mengatakan, Unpad kembali menjadi PTN dengan jumlah peminat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) tertinggi se-Indonesia. Yaitu mencapai 39.388 orang dengan jumlah pendaftar yang diterima 2.369 orang, atau sekitar 6,08 persen dari total pendaftar.
Arry menjelaskan, meskipun memiliki jumlah peminat tertinggi, angka ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Penurunan ini disebabkan adanya regulasi pembatasan jumlah pendaftar di setiap sekolah berdasarkan akreditasi. Sekolah berakreditasi A memiliki batasan jumlah pendaftar maksimal 50 persen dari sebelumnya sebesar 75 persen. Begitu pula sekolah berakreditasi B memiliki batasan maksimal 30 persen dari sebelumnya 50 persen.
Dengan tingginya jumlah peminat, Unpad menetapkan, calon mahasiswa yang diterima di jalur SNMPTN merupakan pendaftar pada pilihan pertama. Ini bertujuan agar calon mahasiswa yang diterima merupakan pendaftar yang serius dan konsisten memilih Unpad.
Untuk itu, Arry mengimbau kepada siswa yang sudah diterima di Unpad melalui SNMPTN untuk melakukan proses registrasi. Ia menilai, peserta yang lulus SNMPTN merupakan peserta dengan kualifikasi terbaik dan mampu bersaing dengan ribuan pendaftar lainnya.
Selain itu, jika ditemukan banyak angka yang tidak mendaftar, ini akan berpengaruh pada jumlah daya tampung Unpad selanjutnya. ”Saya menginginkan angka (yang tidak mendaftar) di Unpad itu 0 persen. Artinya, semua mendaftar, 100 persen mendaftar,” kata Arry.













