banner

Libatkan Ulama Sosialisasikan KB

darikita 3 September 2015
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES SOSIALISASI: BKKBN melakukan edukasi kepada masyarakat terkait vasektomi bagi laki-laki. BKKBN turut mengundang ulama demi program tersebut.
vertical banner
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES  SOSIALISASI: BKKBN melakukan edukasi kepada masyarakat terkait vasektomi bagi laki-laki. BKKBN turut mengundang ulama demi program tersebut.
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES
SOSIALISASI: BKKBN melakukan edukasi kepada masyarakat terkait vasektomi bagi laki-laki. BKKBN turut mengundang ulama demi program tersebut.

darikita.com, Masih adanya persepsi berbeda di masyarakat mengenai Keluarga Berencana (KB). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wilayah Jawa Barat (Jabar) mengundang para alim ulama dan MUI untuk meluruskan mengenai konsep KB tersebut.

SEKSAMA: Para peserta sosialisasi mendengarkan dengan tenang program yang dikeluarkan BKBBN Jabar.
SEKSAMA: Para peserta sosialisasi mendengarkan dengan tenang program yang dikeluarkan BKBBN Jabar.

Kepala BKKBN Jawa Barat Sugilar mengatakan, untuk wilayah Jabar sendiri sebetulnya KB dapat diterima masyarakat dengan baik dan hampir tidak ada permasalahan namun dengan diundangnya ara alim ulama dan MUI ini, selain untuk membantu dan menyosialisasi mereka juga bisa memberikan sudat padang dari sisi agama mengenai KB.

’’Ini juga sekaligus mengkoordinasikan bersama ulama seluruh Jabar agar bisa ikut menyukseskan program KB,” jelas Sugilar di sela-sela acara sosialisasi peningkatan KB pria di Park Hotel, Rabu (2/9).

Digandengnya MUI untuk menyamakan pandangan terkait dengan penggunaan KB pada kaum pria atau disebut (MOP). Menurutnya, tingkat partisipasi MOP di Jabar ini masih sangat rendah sebab banyak dari masyarakat khususnya kaum pria merasa khawatir apabila menjadi peserta dengan sistem ini. Terlebih, peserta MOP dengan cara vasektomi merupakan peserta yang betul-betul mantap dan berkomitmen tidak ingin lagi memiiliki anak.

Sugilar berpendapat, kepesertaan KB pria ini ada dua macam. Pertama dengan cara vasektomi dan penggunaan kondom, namun demikian penggunaannya belum mencapai satu persen, sebab kaum pria berpandangan bahwa KB adalah urusan ibu-ibu. ’’Padahal kan enggak demikian, Ini yang terus kita genjot agar kepersertaan KB pria terus meningkat,” tukas Sugilar.

Dirinya mengungkap, sejalan dengan perkembangannya, metode KB pria akan terus dilakukan berbagai penelitian-penelitian di lembaga kesehatan dengan mengembangkan metode vasektomi sementara.

Dia menuturkan, metode ini merupakan metode vasektomi tidak permanen, artinya apabila peserta KB ini ingin kembali memiliki anak maka kanal saluran sperma tersebut bisa kembali dibuka.

’’Ini sedang kita kembangkan diteliti oleh para ahli, saat ini pun sudah dilakukan uji coba dan dalam waktu dekat ini akan segera diluncurkan,” ungkap dia.

Selain itu, pengembangan dengan memanfaatkan tumbuh tumbuhan herbal juga sedang diupayakan oleh peneliti dari universitas di Surabaya yaitu dengan memanfaatkan buah Ganda rusa dari pedalaman Papua untuk dikembangkan sebagai salah satu alternative alat kontrasepsi berupa PIL khusus untuk pria. ’’Ini juga sedang dikembangkan dan telah dijadikan salah satu program oleh pemerintah pusat yang bekerjasama dengan perguruan tinggi,” papar dia.

Untuk itu, upaya peningkatan kepersertaan KB pria ini sangat serius dilakukan pemerintah dalam mencapai titik maksimal di setiap daerah, termasuk Jabar.

Dibidiknya target kepesertaan KB pria ini agar pertumbuhan penduduk bisa ditekan mengingat Jabar berada dalam tingkat laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,7 persen. Sementara angka kelahiran sendiri atau total fertilitas rate (TFR) mencapai 2,5 persen.

Sugilar berharap, melalui kerja sama dengan MUI dan pemangku kepentingan lain, target Jabar TFR 2,3 persen dapat dicapai akhir 2015. ’’Tanpa upaya dan kerjasama ini semua pihak target kami tidak mungkin terwujud. Tapi, apabila kita berusaha maksimal, saya optimistis target yang telah ditetapkan tercapai dengan baik,’’ pungkas Sugilar. (yan/adv)

Untuk Anda
Terbaru