
PADAT: Pengunjung Memadati Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Jalan Raya Lembang, Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (18/7). Memasuki H+1 Hari Raya Idul Fitri, sejumlah tempat wisata di kawasan dataran tinggi menjadi salah satu objek rekreasi pilihan untuk mengisi liburan.
darikita.com, LEMBANG – Memasuki H +4 libur Lebaran, berbagai lokasi wisata diserbu masyarakat. Seperti yang terjadi di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkubanparahu.
Mengantisipasi membludaknya pengungjung, pihak pengelola bahkan membuka pintu masuk lebih awal yakni mulai pukul 06.30 WIB dan memberikan toleransi waktu tutup hingga waktu yang tidak ditentukan.
’’Pengunjung yang datang di libur Lebaran tahun ini lebih ramai dan meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah perharinya mencapai ribuan yang datang dengan menggunakan motor, mobil hingga bus,’’ kata Direktur Operasional PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), Ruslan kepada wartawan di lokasi kemarin (21/7).
Bukan hanya itu, pihaknya juga sudah mempersiapkan petugas di lapangan dengan menerjunkan sebanyak 150 personel. ’’Kalau hari biasa kita hanya menerjunkan 100 petugas saja. Kita ingin memberikan pelayanan yang terbaik,’’ bebernya.
Ruslan menyebutkan, para pengunjung yang datang didominasi dari daerah Jakarta, Bekasi, Karawang, Palembang, Lampung dan Banten. ’’Wisatawan asing dari mulai Eropa hingga Malaysia banyak yang datang,’’ bebernya.
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman, pihaknya juga sudah menyiapkan lahan parkir tambahan. ’’Daya tampung ini bergantian ketika pengunjung menghabiskan 1 hingga 2 jam, datang lagi kendaraan lainnya. Jadi berputar terus,’’ paparnya.
Di lokasi wisata Ciwidey juga terjadi hal yang tak jauh berbeda. Dede Badru Munir selaku manager Pemasaran MT Highland mengaku, kawasan wisata Bandung Selatan sejak lebaran pertama hingga kemarin (21/7) dipadati pengunjung hingga menembus diperkirakan 10 ribu orang. Sehingga, banyak wisatawan yang terjebak macet. ’’Namun, saya aneh melihat kondisi pariwisata di akhir libur Lebaran, pengunjung malah tak banyak yang datang ke Ciwidey. Lihat saja jalan-jalan di sejumlah lokasi wisata di Ciwidey ini jalanan sepi dan objek wisata lainnya pun malah sepi pengunjung. Termasuk MT Highland,’’ papar dia.
Dia mengatakan, pengelola enam lokasi wisata lain di kawasan Bandung Selatan juga merasakan hal yang sama. Seperti diakui Aang Supriat, pengelola Kawasan Kampung Cai Ranca Upas – Rancabali. ’’Kami juga menilai kemarin (21/7) merupakan hari terakhir kunjungan wisatawan ke Ciwidey, karena memang Rabu (22/7) sudah memasuki kerja dan liburan atau cuti bersama sudah habis,’’ aku Dede.
Keenam lokasi yang menjadi tujuan wisatawan masing-masing Situ Patengan, Kawah Putih, pemandian air panas Cimanggu, Ciwalini, penangkaran rusa dan Kampung Cai Ranca Upas serta MT Highland Resort. Keenam lokasi ini merupakan yang dikelola oleh Perum Perhutani.
Hal tersebut juga tak luput dari pantauan pihak kepolisian. Kapolsek Ciwidey AKP Kurniawan mengatakan, dalam pengamanan jalur wisata Ciwidey atau Rancabali pihaknya mengikuti kegiatan dari Polres yang sifatnya terpusat, yaitu Operasi Ketupat Lodaya 2015.
’’Jadi untuk pengamanan jalur Ciwidey-Rancabuaya, diterjunkan 80 personel yang ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan maupun rawan kejahatan,’’ terang Kurniawan saat mengatur lalu lintas di jalur menuju tempat wisata.
Kurniawan menjelaskan, pihaknya telah telah melakukan sejumlah antisipasi, sehingga tidak terjadi kecelakaan fatal atau tindak kejahatan selama Lebaran. ’’Seperti memberi imbauan maupun perbaikan insfrastruktur. Sedangkan untuk antisipasi kejahatan, kita menyebar personel terbuka maupun tertutup. Jadi tidak ada kesempatan untuk mereka yang akan melakukan kejahatan,’’ jelasnya.
Pihaknya mendapatkan data bahwa tahun ini, pengunjung yang mendatangi lokasi wisata mengalami kenaikan. ’’Kalau tahun kemarin H +4 kurang lebih 6.000 pengunjung, kalau sekarang H+4 7.000 lebih. Mereka pengunjung dari lokal maupun luar daerah,’’ tuturnya.
Kurniawan juga menghimbau kepada para pengunjung untuk tetap berhati-hati dan tetap menjaga kondisi fisik. ’’Baik pengemudi maupun kendaraannya kondisinya harus baik. Karena kondisi jalan saat ini menguras tenaga,’’ pungkasnya. (drx/gun/yul)













