banner

Menuju Sekolah Berbudaya Lingkungan

darikita 27 Agustus 2015
Istimewa PENGHARGAAN: Kepala SD Cimahi Mandiri 2 Ane Rupaidah (kedua dari kiri) berfoto bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, usai menerima penghargaan Sekolah Sehat, belum lama ini.
vertical banner

Ajarkan Siswa Lebih Disiplin Sejak dari Rumah

darikita.com, CIMAHI – Menanamkan nilai-nilai budaya cinta lingkungan dan kesehatan kepada anak didik harus dilakukan sejak dini. Hal itulah yang dilakukan Kepala Sekolah dan Staf Pengajar di SD Cimahi Mandiri 2 Kecamatan Cimahi Tengah selama ini.

Istimewa PENGHARGAAN: Kepala SD Cimahi Mandiri 2 Ane Rupaidah (kedua dari kiri) berfoto bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, usai menerima penghargaan Sekolah Sehat, belum lama ini.
Istimewa
PENGHARGAAN: Kepala SD Cimahi Mandiri 2 Ane Rupaidah (kedua dari kiri) berfoto bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, usai menerima penghargaan Sekolah Sehat, belum lama ini.

Ada suasana berbeda saat memasuki gerbang sekolah yang lokasinya tepat di alun-alun Kota Cimahi ini. Di sekeliling halaman sekolah, tampak rimbun dengan barbagai pepohonan yang ditanam di taman sekolah atau pun pot yang diletakkan di sejumlah tempat.

”Kami sejak lama memang sudah membiasakan diri kepada para siswa untuk berlaku sehat dan mencintai kebersihan serta lingkungan, khususnya saat mereka berada di lingkungan sekolah,” kata terang kepala SD Cimahi Mandiri Ane Rupaidah , kepada Bandung Ekspres, kemarin.

”Ini merupakan salah satu cata untuk mendidik mereka mencintai kebersihan dan kesehatan sejak dini,” tambahnya.

Atas kerja keras dari pihak sekolah, para siswa dan orang tua ini, SD Cimahi Mandiri 2 bisa terpilih menjadi enam kandidat Sekolah Berbudaya Lingkungan tingkat nasional 2015. Bersama lima sekolah lainnya di Jawa Barat, SD Cimahi Mandiri akan menjadi salah satu sekolah yang ikut serta dalam lomba tersebut. Hal ini bisa terjadi karena sejak dini pihak sekolah melakukan penyadaran kepada seluruh siswa untuk terbiasa hidup sehat.

Tertib Buang Sampah

Tidak hanya memiliki lingkungan yang asri, para siswa pun diajak untuk bisa tertib saat membuang sampah.

Siswa juga dibiasakan memilah sampah organik dan non-organik. Jika ada sampah yang memiliki nilai ekonomis, lalu ketua kelompok di masing-masing kelas melakukan penimbangan untuk dijual ke Pos Bank Sampah.

”Selain mengurangi jumlah sampah di sekolah, hal ini juga sangat membantu karena sampah yang bernilai ekonomis bisa menjadi pemasukan untuk mendukung kegiatan para siswa,” jelasnya.

Untuk menuju menjadi Sekolah Berbudaya Lingkungan ini. Dukungan penuh diberikan oleh Pemerintah Kota Cimahi. Bahkan, saking antusiasnya, Wali Kota Cimahi Atty Suharti menyempatkan diri menjadi inspektur upacara saat apel pagi untuk memebrikan dukungannya kepada pihak sekolah dan para siswa, supaya pihak sekolah dan para siswa memiliki motivasi menjadikan SD Cimahi Mandiri 2 menjadi Sekolah Berbudaya Lingkungan. Di samping peran sejumlah SKPD yang ada di lingkungan Pemkot Cimahi.

Selain itu, kata Ena, setiap hari, para siswa dibiasakan untuk tidak banyak jajan di sekolah. Hal ini upaya memberikan pendidikan pola hidup sehat kepada para siswa.

Para siswa sejak dari rumah sudah dibiasakan membawa bekal makanan untuk makan siang saat istirahat, dengan menu yang ditentukan secara berbeda setiap harinya. Dengan begitu, para siswa membawa bekal makan siangnya masing-masing.

”Delain kesehatannya terjamin, juga untuk mengurangi beban orang tuanya,” tuturnya.

Tak hanya soal pendidikan berbasis budaya lingkungan, SD ini juga dibidang akademik menunjukkan prtestasi yang cukup membanggakan. Setiap tahunnya, dlam hal kelulusan, hasil yang diraih siswa kelas 6 tak pernah keluara dari urutan ke-6 dam hal raihan Unas.

Alhamdulillah berkat semangat belajar para siswa, dukiungan orang tua dan kerja keras para guru disini, kami tak pernah keluar dari urutan keenam nilai ujian para siswa,” ungkap Ane. (bun/rie)

Untuk Anda
Terbaru