banner

Negara Tetangga Tingkatkan Keamanan

darikita 15 Januari 2016
vertical banner

darikita.com, Teror Jakarta menjalarkan kengerian hingga ke negeri jiran. Malaysia, Filipina, Singapura dan Australia mereaksi serius aksi yang diklaim oleh militan ISIS tersebut. Jika Malaysia, Filipina dan Singapura langsung melipatgandakan keamanan di dalam negeri, Australia menerbitkan imbauan kepada warganya yang sedang berada di Jakarta untuk waspada.

”Warga Australia yang sedang berada di Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan mereka pasca teror di Jakarta hari ini (kemarin),” imbau Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson.

Dia menyarankan supaya warganya tidak mendekat ke lokasi ledakan. Juga, patuh pada imbauan pemerintah setempat.

Dari Negeri Kanguru, Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengecam keras insiden yang merenggut tujuh nyawa, termasuk para pelaku, tersebut. Canberra pun kembali menerbitkan peringatan perjalanan kepada seluruh warganya. Khususnya, warga Australia yang sedang berada di Jakarta maupun yang berencana pergi ke sana.

”Masih terlalu dini untuk menyimpulkan insiden ini atau memperkirakan kerugian yang dialami. Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan siap memberikan bantuan apapun terkait kejadian ini,” papar perempuan 59 tahun tersebut. Sejauh ini, tidak ada warga Australia yang menjadi korban dalam aksi teror tersebut.

Selain Jakarta, pemerintah Australia juga menyebutkan beberapa wilayah lain di Indonesia yang berbahaya. Di antaranya adalah Bali, Sulawesi Tengah dan Papua. ”Kami mengimbau semua yang berada di Indonesia, termasuk Bali, lebih waspada dan lebih hati-hati terkait adanya ancaman teror yang nyata,” terang Kementerian Luar Negeri.

Di Malaysia, Inspektur Jenderal Tan Sri Khalid Abu Bakar langsung memerintahkan seluruh jajarannya untuk siaga. Dia juga meminta anggotanya melakukan pengawasan khusus di pusat-pusat perbelanjaan dan titik-titik keramaian yang menjadi favorit wisatawan. Selain itu, dia juga melipatgandakan penjagaan di perbatasan.

”Terkait serangkaian insiden terkait terorisme di berbagai belahan dunia, termasuk yang terjadi di Jakarta hari ini (kemarin), kami meningkatkan kewaspadaan di semua lini. Kami berharap, aksi keji itu tidak terjadi di Malaysia,” paparnya. Dia lantas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan rumor.

Melipatgandakan pengamanan di dalam negeri juga menjadi reaksi serius Filipina atas Teror Jakarta. Kemarin, Kepolisian Nasional Filipina memerintahkan seluruh jajarannya untuk siaga. Tapi, sejauh ini, tidak ada ancaman keamanan serius di negara tersebut. Terutama, yang berasal dari jaringan militan internasional.

Tidak hanya polisi, militer Filipina pun meningkatkan kewaspadaan mereka. ”Ancaman keamanan yang terjadi di negara tetangga membuat pasukan kami lebih waspada. Kami juga terus melakukan pengamanan di seluruh negeri untuk mencegah pecahnya aksi teror di sini,” terang Kolonel Restituto Padilla, jubir militer Filipina.

Sementara itu, terkait ancaman keamanan, aparat mengevakuasi seluruh pengunjung Sydney Opera House di Australia. Kabarnya, ada ancaman yang serius lewat media sosial ke obyek wisata favorit itu. Tapi, setelah lokasi dikosongkan, seluruh pertunjukan dibatalkan dan polisi melakukan penyisiran selama beberapa jam, Sydney Opera House kembali dibuka. (AFP/BBC/malaysiachronicle/sundaily/dailymail/hep/rie)

Untuk Anda
Terbaru