
Ilustrasi. Batu akik yang menjadi tren pada awal tahun 2015 kini dinilai menurun.
darikita.com, Batu akik awal tahun ini menjadi primadona para pria sebagai penunjang penampilannya. Tak sedikit yang menjadikannya hobi atau pun koleksi pribadi. Disamakan dengan perhiasan sekelas batu permata, batu akik ternyata rawan untuk dijadikan investasi.
Sedikit demi sedikit, popularitas batu akik mulai melendoy. Seperti yang kami kutip dari laman tribunnews.com, “Batu akik bukanlah barang mulia seperti emas,” ujar Pengamat Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado Joubert Maramis.
Harga yang ditawarkan batu akik pun fleksibel, pasalnya bila banyak peminat maka harga batu pun akan meningkat. Namun menurutnya, batu akik ini terlalu cepat booming. Impact dari itu, batu ini cepat memasuki fase maturity atau kedewasaan dalam siklus tren dan setelah itu pasti menurun.
“Banyak yang beli batu akik untuk sekedar gaya-gayaan dan tidak mau disebut ketinggalan zaman,” paparnya.
Terlebih banyaknya penjajak batu akik ditiap sudut kota. Ia pun menyebutkan, batu akik ini mudah didapatkan namun sulit untuk dijual. (Ravi/dk)













